Banyak orang mengaku bahwa dia adalah petani. Namun kebanyakan profesi petani ini hanya nama. Saat musim hujan tiba semua orang berbondong bondong ke kebun ke sawah untuk melakukan kegiatan menanam. Karena kebiasaan sehingga semua turut serta dalam kegiatan ini. Yang menjadi pertanyaan hasilnya seperti apa. Masalahnya ada yang tidak dapat hasil sama sekali, ada yang dapat banyak, ada yang dapat sedikit, padahal menanam di tanah yang sama dengan air hujan yang sama, lalu masalahnya di mana?? Banyak orang hanya ke kebun saat menanam setelah itu mereka tunggu sampai panen turun lagi untuk panen. Kalau memang demikian bagaiamana bisa mendapatkan hasil. Tanaman ibarat manusia tidak pernah dirawat, tidak pernah disentuh, tidak pernah dibelai, tidak pernah diperhatikan tentunya hasilpun tidak sesuai yang diharapkan. Untuk tanaman padi sampai saat ini tanam dengan metode Jarwo (Jajar Legowo) masih menjadi metode yang menjadi pilihan petani. Karena ada beberapa keuntungan yang langsung dirasakan oleh petani, yaitu :- Jumlah rumpun padi pasti, karena jarak tanam yang jelas- Mempermudah saat pembersihan gulma- Mempermudah pemupukan- Mempermudah pengendalian hama penyakit- Semua tanaman bias mendapatkan sinar matahari- Lebih teratur dan rapih- Produksi meningkat di bandingkan dengan tanam dengan sistim tradisional Keuntungan keuntungan inilah yang membuat petani mau menanam dengan metode jarwo. Namun ini semua kalau petani pernah dan mau mencoba, tapi kalau tidak pernah mencoba maka akan sulit untuk menerapkannya. Kebanyakan petani kita ibarat Tomas, lihat dulu bukti baru percaya. Mari silahkan mencoba, semoga kita menjadi petani tomas untuk hal hal yang baik dalam rangka peningkatan hasil usaha tani kita masing-masing. Oleh: Dominggus LuanPenyuluh Pertanian BPP Debuklaran Kabupaten Belu