MENEKAN PERKEMBANGAN TIKUS DENGAN PESTISIDA NABATI DARI TANAMAN GADUNG (Dioscorea composita. L) di DESA SAMUDRA KEC.GUMELAR
Hama tikus merupakan hama yang potensial membuat kerusakan dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit jika menyerang pertanaman padi, terutama pada saat padi memasuki masa bunting. Dengan perkembang-biakan yang sangat cepat, dimana sepasang tikus dewasa pada kondisi lingkungan yang mendukung dalam kurun waktu satu tahun dapat berkembang menjadi 2048 ekor. Oleh karena hal tersebut, upaya pengendalian sebaiknya diarahkan pada menekan perkembang-biakan tikus sampai batas populasi yang tidak merugikan. Teknologi pengendalian dapat dilakukan berupa pengendalian secara biologis dengan memanfaatkan binatang predator, parasit maupun pathogen; secara kultur teknis berupa pengendalian dengan pengaturan waktu dan cara budidaya padi agar terhindar dari gangguan hama, secara fisik dengan melakukan pembinasaan langsung terhadap hama, dan secara kimia adalah pengendalian dengan penggunaan bahan kimia baik kimia organik maupun anorganik. PESTISIDA NABATIKelompok tani Sida Makmur desa Samudra kecamatan Gumelar telah mempraktekkan pembuatan pestisida nabati dengan menggunakan tanaman Gadung KB untuk mengendalikan hama tikus. Dioscorea composita. L yang dalam bahasa kita disebut tanaman Gadung KB, merupakan tumbuhan yang mengandung zat thiamin, yang dibeberapa negara digunakan untuk bahan pembuatan obat penjarangan kehamilan pada manusia atau dengan sebutan bahan kontrasepsi. Melihat hal tersebut, beberapa ahli botani mencoba membuat ramuan dengan menggunakan Dioscorea secospora. L sebagai bahan ramuan pestisida nabati untuk hama jenis rodentia seperti tikus.Telah beberapa percobaan dilakukan oleh para ahli maupun para praktisi dibidang pestisida nabati untuk membuktikan efektifitas penggunaan Dioscore secospora. L dalam pengendalian perkembang-biakan tikus.Ramuan rodentisida nabati dengan menggunakan Gadung KB dengan konsentrasi 10 %, dapat menurunkan jumlah dan berat mencit (anakan tikus). Pembuatan ramuan dengan cara memarut umbi gadung KB yang dicampur dengan dedak padi dan tepung ikan, kemudian dibuat bentuk pelet dikeringkan. Pemasangan dilakukan pada tempat yang biasa dilalui tikus dengan alas dan penutup berupa sekam padi. Hal ini diharapkan mampu mengurangi populasi tikus di desa Samudra kecamatan Gumelar. Selamat mencoba..............!!!!!!!!Penulis : SEFUDIN ,SST – PP BP3K KECAMATAN GUMELAR