Loading...

Mengatasi Demam Berdarah dengan Herbal

Mengatasi Demam Berdarah dengan Herbal
Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Biasanya, jenis nyamuk ini menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan virus Dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk, dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. Virus Dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang. Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, demam berdarah telah menjadi penyakit endemik di Indonesia sejak tahun 1968. Sejak itu, penyakit ini menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, dengan penyebaran dan jumlah penderita yang cenderung meningkat setiap tahun. Gejala demam berdarah, antara lain adalah demam, nyeri perut, muntah, dan tubuh lemas. Penderita demam berdarah juga mengalami perdarahan, seperti pada hidung, gusi, atau di bawah kulit, sehingga tampak seperti memar. Darah juga bisa terdapat dalam urine, feses, atau muntah. Segera cari pertolongan medis, bila timbul sesak napas atau keringat dingin. DBD pada umumnya muncul pada saat musim hujan, karena banyak air tergenang yang menjadi sarang nyamuk (aedes aegypti). Hampir semua umur dapat terserang DBD, mulai dari tua ke muda, terutama yang daya tahan tubuhnya agak lemah. Pertolongan pertama pada penderita DBD Memberikan minum sebanyak-banyaknya : Air kelapa hijau atau air putih Air masak yang dibubuhi oralit /gula Angkak (Red Fermented Rice(RFR) merupakan hasil fermentasi beras yang menggunakan kapang Monascus purpureus) mengandung isoflavon dan lovastatin Mengecek darah dan segera ke rumah sakit apabila ada penurunan darah (100.000 milimeter perkubik harus waspada) Normalnya 150.000 mm3 Penanganan DBD Penyakit DBD belum ada obatnya, biasanya dirumah sakit ditangani dengan pemberian obat penurun panas dan penambah trombosit Memberikan tanaman obat yang memiliki senyawa aktif dan bermanfaat sebagai antivirus, anti bakteri, anti parasite Keunggulan Tanaman Obat untuk kesehatan manusia Bahan berasal dari alam, mudah diperoleh dan gampang cara mengolahnya. Harga relatif murah, bahkan gratis Dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunomodulator). Penyegar, kebugaran dan kecantikan. Pengobatan dan penyembuh penyakit Dapat dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun kering Bentuk Produk : Simplisia, serbuk, ekstrak (kental dan kering) Beberapa tanaman yang memiliki manfaat dalam penanganan DBD antara lain meniran(daun), jambu biji (daun), ubijalar ungu (daun), papaya (daun), angkak, kunyit (rimpang), sambiloto dan sereh wangi. Adapun ramuan herbal yang sudah dilakukan penelitian oleh Balittro adalah sebagai berikut: Ramuan 1 Bahan : daun pepaya = 3 jari daun jambu = 3 helai kunyit = 1 jari Daun Pandan (optional) Cara penggunaan : * Semu bahan dicuci terlebih dahulu sampai bersih * Selanjutnya dimasak menggunakan panci stainless atau periuk yang terbuat dari tanah liat Tambahkan air sebanyak 4 gls + pandan dimasak sampai tgl ½ bg airnya Diangkat lalu disaring dan ke dalam hasil saringan + sedikit garam dapur + gula merah sesuai selera Jika sedang demam, minum 1 gls/4 jam sekali Ramuan Ke 2 Bahan : Batang Daun Meniran (3 buah) Temu Ireng (10 gram) Kunyit (10 gram) Daun Pepaya (1 helai) Daun Jambu Klutuk Merah (3 helai) Cara Membuat : Bahan-bahan tersebut ditambah dengan 4 gelas air dan setengah sendok garam, kemudian di blender atau direbus Racikan tersebut bisa diberikan satu gelas dalam empat jam sekali sampai panas tubuh pasien turun. Selamat Mencoba semoga bermanfaat. (Siti Nurhanifah, SP - PPL BPP Sukabumi) Sumber : https://www.alodokter.com/demam-berdarah/gejala Materi Bimtek Balittro “ Penanganan DBD dengan Herbal” oleh B. Sofianna S pada tanggal 13 Maret 2019 di Balittro, Bogor https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/family-style/8184-Ini-Dia-Racikan-Ampuh-Atasi-DBD-dari-Balittro