Loading...

Mengembang biakan ayam buras

Mengembang biakan ayam buras
Selera konsumen menikmati kuliner olahan ayam buras terus mengalami peningkatan. Dan itu artinya ada peluang usaha bagi petani ternak pengelola ayam buras pedaging untuk menambah jumlah populasi ayam buras yang dibudidayakan. Produksi ayam buras pedaging diantaranya dapat dilakukan melalui pengembang biakan ayam buras melalui perkawinan. Ayam buras betina baru dapat digunakan sebagai induk penghasil telur tetas setelah berumur 9 – 12 bulan dan ayam buras jantan yang digunakan sebagai pejantan harus berumur diatas 12 bulan.Perkawinan ayam buras dapat dilakukan dengan 3 ( tiga ) cara budidaya ayam buras 1) secara kelompok perkawinan tunggal, 2) kelompok perkawinan ganda dan 3) kelompok perkawinan bergilir 1. Kelompok perkawinan tunggal Budidaya ayam buras system kelompok perkawinan tunggal dianjurkan menggunakan kandang umbaran yang berpagar. Perbandingan jumlah jantan betina dari ayam buras harus diperhitungkan benar.Teknologi yang dianjurkan pada kelompok perkawinan tunggal seekor ayam pejantan hidup bersama 5 - 6 ekor ayam buras betina. Ayam jantan akan mengawini masing masing ayam betina. Bila proses perkawinan terlaksana dengan baik telur yang dihasilkan berupa telur tetas bertunas. Artinya telur yang dapat diharapkan sebagai calon bibit ayam buras berkualitas. Namun sebaliknya bila ayam pejantan melakukan perkawinan dengan pilih kasih artinya tidak semua ayam buras betina dikawini oleh ayam pejantan, telur yang dihasilkan tidak bertunas. Artinya telur tidak bisa ditetaskan. Pada pola budidaya ayam buras system kelompok perkawinan tunggal dianjurkan pada saat melakukan penetasan telur harus melalui seleksi yang ketat. Hanya telur telur yang bertunas saja yang dapat digunakan sebagai calon bibit. 2. Kelompok perkawinan ganda Budidaya ayam buras system kelompok perkawinan ganda tidak berbeda dengan pola budidaya system kelompok perkawinan tunggal. Pada kelompok perkawinan ganda teknologi yang dianjurkan pertama penggunaan kandang yaitu menggunakan kandang umbaran yang luas dan berpagar. Teknologi kedua yang dianjurkan dalam kelompok perkawinan ganda adalah jumlah perbandingan ayam buras jantan dan betinanya. Ayam jantan 2 ( dua ) ekor dapat mengawini 5-15 ekor ayam betina. Pada pola budidaya kelompok perkawinan ganda mempunyai nilai plus minus yaitu keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan yang didapatkan dari pola kelompok perkawinan ganda ayam buras betina dapat memilih ayam buras jantan yang disukainya. Biasanya produksi telur yang dihasilkan dari hasil kelompok perkawinan ganda akan berkualitas. Resiko kerugian yang ditanggung pada pola budidaya kelompok perkawinan ganda adalah kesulitan menyatukan kedua pejantan ayam buras untuk bisa hidup rukun ( damai ) dalam satu kelompok. 3. Kelompok perkawinan bergilir Pola budidaya system perkawinan kelompok bergilir ayam buras betina dan ayam pejantan tidak hidup dalam satu kandang. Hanya saat perkawinan saja ayam jantan dan ayam betina ada didalam satu kandang. Artinya pada saat proses perkawinan ayam buras jantan dan betina dibutuhkan tenaga ekstra dari petani ternak ayam buras memindahkan ayam buras betina kedalam kandang ayam buras pejantan. Pengembang biakan model kelompok perkawinan bergilir mempunyai keuntungan akan didapatkan hasil keturunan yang berkualitas bila petani ternak ayam buras mempunyai catatan silsilah induk dan pejantan Dengan kata lain model sistim perkawinan berglir petani ayam buras dapat melakukan rekayasa target produksi dari calon bibit sesuai catatan silsilah pejantan dan induk ayam buras Nani Priwanti Soeharto - Penyuluh Pertanian PPMKP Ciawi Sumber ;. B. Sarwono Beternak Ayam Buras Penebar Swadaya Cetakan ke VI 1992