Loading...

MENGEMBANGBIAKKAN KAMBING (Bagian I)

MENGEMBANGBIAKKAN KAMBING (Bagian I)
Pola peternakan kambing di Indonesia sebagian besar masih berskala kecil serta masih terbatas dengan sistem pemeliharaan dan perkembangbiakan yang masih tradisional. Untuk itu perlu diupayakan secara lebih intensif. Pertambahan penduduk yang tinggi di Indonesia ditambah dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat menyebabkan kebutuhan daging selama ini belum mencukupi permintaan sehingga pengembangbiakkan kambing perlu untuk dilakukan. A. Memilih BIbitDalam pengembangbiakkan kambing, baik buruknya kualitas kambing yang diternakkan tergantung pada dua faktor yaitu bibit dan lingkungan hidup. Pemilihan bibit sangat berpengaruh pada keberhasilan dalam pemeliharaan kambing. Dalam pengembangbiakkan kambing untuk tujuan pemeliharaan, bibit kambing yang dipilih harus yang baik dan sehat. Tujuan pemilihan bibit untuk menghasilkan keturunan sekaligus menghasilkan produksi yang baik. Untuk dikembangbiakkan, bibit kambing yang baik memiliki kriteria seperti berikut ini.Kriteria kambing jantan yang baik untuk dijadikan bibit yaitu :- Masih muda yaitu berumur sekitar 1,5 tahun.- Fisik sehat ditandai dengan mata cerah, sorot mata tajam serta bulu halus dan mengkilat- Memiliki tubuh besar (sesuai umurnya), sehat, relatif panjang dan tidak cacat.- Memiliki dada dalam yang lebar, berotot kuat dan padat.- Memiliki kaki lurus dan kuat.- Memiliki tumit yang tinggi.- Tidak memiliki cacat fisik serta bergigi lengkap dan bisa menutup sempurna.- Lincah, nafsu makan besar dan tidak terlalu gemuk karena kegemukan akan menurunkan berahi kambing jantan tersebut.- Memiliki napsu kawinnya yang aktif dan besar.- Memiliki buah zakar yang normal (2 buah yang sama besar dan kenyal).- Memiliki alat kelamin kenyal dan dapat berereksi.- Sebaiknya berasal dari keturunan yang kembar.Selain bibit jantan, pemilihan bibit betina juga harus yang baik dan berkualitas. Bibit betina berperan untuk melahirkan anak. Perilaku bibit betina menunjukan sifat keibuan dan menunjukkan kasih sayang dalam memelihara dan mengasuh anaknya. Kriteria bibit betina yang baik diantaranya :- Masih muda yaitu berumur sekitar 1 tahun dan maksimal telah beranak satu kali.- Berasal dari induk yang setiap kali beranak melahirkan lebih dari satu ekor.- Fisik sehat ditandai mata bersih dan cerah serta bulu bersih dan mengkilap.- Tidak memiliki cacat fisik.- Alat kelamin bersih dan memiliki ambing yang halus, kenyal, tidak bengkak, tidak menggantung dan putingnya sama besar.- Badan tegap serta berotot kuat dan padat.- Sebaiknya berasal dari keturunan yang kembar.Selain itu terdapat tanda-tanda betina subur yang dapat dilihat saat menjelang kawin (birahi) yaitu : Bibir rahim sedikit membengkak, mengeluarkan lendir dan berwarna kemerah-merahan ; Sering mengembik dan terlihat gelisah; Kencing hampir di setiap saat; Nafsu makan susah dan agak rewel. B. Memperkirakan Umur KambingMenaksir usia kambing merupakan salah satu pengetahuan yang perlu dikuasai oleh peternak. Peternak perlu mengetahui cara memperkirakan umur kambing karena hal ini berguna untuk menentukan apakah seekor kambing muda sudah siap dikawinkan atau belum serta untuk menentukan masa akhir kambing tua. Selain itu dengan pengetahuan tersebut bisa digunakan untuk melakukan seleksi usia kambing yang akan dibeli dan dipelihara, baik sebagai calon bibit atau bakalan yang akan dibesarkan. Cara yang dapat digunakan untuk memperkirakan usia kambing, yakni dengan mengamati giginya. Metode ini sangat cocok untuk dipraktikan dilapangan oleh peternak. Pada awalnya gigi yang tumbuh pada kambing merupakan gigi susu. Gigi susu berukuran kecil, sedangkan gigi dewasa berukuran lebih lebih besar. Gigi susu akan berganti menjadi gigi dewasa secara bertahap mulai umur satu tahun dan selesai pada umur lima tahun. Proses pergantian gigi susu menjadi gigi dewasa dimulai dari tengah atau depan. Kambing yang memiliki gigi susu yang belum ada berganti menjadi gigi dewasa diperkirakan berumur C. Mengawinkan KambingMengawinkan kambing tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perkawinan berhasil dan anakan yang dihasilkan berkualitas bagus. 1. Umur Produktif.Pada umumnya ternak kambing sudah mulai dewasa kelamin pada umur 5 – 10 bulan. Dewasa kelamin merupakan kondisi dimana organ reproduksi kambing siap untuk melakukan proses perkembangbiakan. Dewasa kelamin sangat bergantung dari ras atau tipe, jenis kelamin dan lokasi pemeliharaan. Namun pada saat saat umur tersebut, kondisi fisik belum mendukung untuk perkawinan. Jika pada umur tersebut kambing sudah dikawinkan, kemungkinan akan menghasilkan anakan yang lemah dan rentan terserang penyakit.Untuk itu kambing sebaiknya dikawinkan setelah berumur satu tahun. Mulai umur 6 bulan, kambing jantan dan betina sebaiknya dipisahkan agar tidak terjadi perkawinan. Pada umur satu tahun, kondisi fisik kambing sudah mendukung untuk perkembangbiakkan. Pada kambing betina telah mampu memproduksi susu dan menjalani masa kebuntingan. Baik kambing betina maupun jantan akan tetap produktif hingga berumur sekitar lima tahun. Produktivitas kambing mulai berkurang setelah berumur lebih dari lima tahun dan kondisi fisiknya juga mulai menurun. Kambing yang sudah terlalu tua kemungkinan sudah tidak subur serta organ-organ reproduksinya sudah tidak mendukung sehingga proses perkembangbiakkan kurang bagus. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM . Sumber : Kaleka, Norbertus. Beternak Kambing Tanpa : Bau, Angon, dan Ngarit, 2013 ; Mulyono, Subangkit. Penggemukan Kambing Potong, 2007 ; epetani.pertanian.go.id. Cara Memilih Calon Bibit Ternak Domba Dan Kambing Yang Baik Bag 1 (diakses 1 April 2014) ; yunika.web.ugm.ac.id. Menaksir Usia Kambing (diakses 1 April 2014)