Loading...

Mengenal dan Pengendalian Penyakit Pada Jagung

Mengenal dan Pengendalian Penyakit Pada Jagung
PendahuluanPenggunaan jagung sebagai bahan pangan dan pakan terus mengalami peningkatan. Sementara ketersediaannya dalam bentuk bahan terbatas. Hingga saat ini poduksi jagung belum mampu memenuhi kebutuhan yang ada, sehingga sebagian diimpor dari beberapa negara produsen.Salah satu faktor pembatas dalam usaha pengamanan produksi jagung adalah Penyakit yang dapat menyerang sejak mulai tanaman tumbuh hingga menjelang panen. Penyakit dapat menjadi penghambat keberhasilan panen bila tidak dikendalikan, keberhasilan dalam mengendalikan Penyakit akan mengamankan produksi. Seperti halnya hama, penyakit dapat menyebabkan kegagalan panen jagung. Beberapa penyakit yang sering ditemukan menyerang tanaman jagung sebagai berikut.a. Penyakit Bulai (downy mildew)Penyakit bulai merupakan penyakit penting bagi tanaman jagung. Oleh karena itu, salah satu kriteria varietas jagung unggul harus tahan penyakit ini. Serangan penyakit ini mulai terjadi pada umur dua minggu setelah tanam. Penyebab penyakit bulai adalah cendawan Peronosclerospora maydis.Gejala Serangan : Ciri khas gejala serangan penyakit bulai adalah terjadinya garis-garis kuning pada daun jagung. Garis-garis kuning tersebut berukuran lebar dan tertutup oleh tepung putih. Daun jagung yang sakit berwarna kuning keputih-putihan atau kuning kehijauan, kaku dan batangnya memendek. Bila tanaman jagung masih kecil terserang penyakit ini, pertumbuhannya terhambat (kerdil) dan daun-daunnya berwarna bulai (kuning keputih-putihan). Bila tanaman jagung dewasa yang terserang bulai, pembentukan tongkol terhambat atau tidak sempurna dan kecil-kecil.Pengendalian : Pengendalian penyakit bulai dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :(1) Menanam varietas jagung yang tahan terhadap penyakit bulai, seperti jenis hibrida, Arjuna.(2) Perlakuan benih sebelum tanam dengan Trichoderma sp, Gliocladium sp.(3) Perlakuan benih sebelum tanam dengan fungisida sebanyak 5-7 g per kg benih jagung(4) Mencabut dan memusnahkan tanaman jagung yang sakit berat(5) Melakukan perbaikan aerasi dan drainase tanah agar keadaan kebun tidak lembab(6) Pergiliran (rotasi) tanam dengan yang bukan tanaman sefamili. b. Penyakit Busuk tongkol dan busuk biji Penyakit ini umumnya menyerang tanaman pada saat musim hujan. Akibatnya tongkol akan memiliki ukuran yang tidak normal (membesar). Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium Gejala serangan ; Tanaman yang terserang dapat diketahui dengan cara pembungkus tongkol dibuka, bila terserang biji jagung yang berwarna merah jambu atau merah kecoklatan berubah menjadi coklat sawo matang. Akibatnya serangan tersebut, biji jagung menjadi busuk dan rusak.Pengendalian : Cara pengendalian penyakit ini yaitu :(1) Penanaman jagung varietas unggul, misalnya jenis hibrida(2) Penerapan pergiliran tanaman dengan tanaman palawija lainnya(3) Pengaturan jarak tanam(4) Perlakuan benih atau pencampuran benih yang akan ditanam dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan terkena(5) Penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukangejala serangan.Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Badan Litbang Pertanian