Loading...

MENGENAL HAMA PADA BUDIDAYA TANAMAN DURIAN

MENGENAL HAMA PADA BUDIDAYA TANAMAN DURIAN
Durian merupakan buah yang sangat digemari oleh masyarakat. Cita rasanya yang enak dan lezat membuat buah ini selalu istimewa di kalangan pencintanya. Tak heran, banyak petani yang melirik tanaman ini untuk dibudidayakan dan dikembangkan. Seperti jenis tanaman lain umumnya, dalam hal budidaya durian terdapat banyak kendala dan hambatan. Kendala yang sering membuat khawatir dan cemas bagi petaninya adalah serangan hama pada tanaman durian sehingga dapat menurunkan produksi, kualitas buah bahkan menyebabkan kematian tanaman. Terdapat beberapa serangan hama pada tanaman durian yang sering ditemui petani, antara lain:a. Penggerek buahSerangan penggerek buah dapat dilihat dengan ciri telur diletakkan pada kulit buah & dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yg telah menetas dari telur langsung menggerek & melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dlm buah sampai menjadi dewasa. Buah berlubang dan memiliki warna kehitaman. Buah yg diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua, sehingga menyebabkan kegagalan panen. Proses penyebarannya ditandai dengan adanya serangga penggerek buah yang menyebar dgn cara terbang dari pohon durian yg satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yg dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau.Untuk pengendalian hama ini biasanya dengan melakukan penyemprotan dengan menggunakan bahan insektisida yang berbahan aktif serta juga dengan melakukan pembuatan perangkap dan ramuan tradisional untuk menghilangkan buah yang terserang hama tersebut. Penyemprotan dilakukan pada sore hari.b. Lebah miniHama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman & sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah serangga ini mencari makan dgn cara menggerek ranting-ranting muda & memakan daun-daun muda. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida.c. Ulat Penggerek Bunga (Prays Citry)Ulat ini menyerang tanaman yg baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga & calon buah. Ciri-ciri ulat ini warna tubuhnya hijau & kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu & bertubuh langsing. Gejala yang ditimbulkan yaitu kuncup bunga yg terserang akan rusak & putiknya banyak yg berguguran. Demikian pula, benang sari & tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup & putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut. Gejala yang ditimbulkan yaitu kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut. Pengendalian dilakukan dengan melakukan penyemprotan dengan pestisida.d. Kutu loncat durianSerangan kutu loncat durian ini dicirikan dengan serangga yang berwarna kecoklatan & tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap & tungkainya mirip dgn kutu loncat yg menyerang tanaman lamtoro. Gejala yang ditimbulkan yaitu kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yg masih muda dgn cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil & pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yg pekat rasanya manis & merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol. Daun yang terserang akan mengalami perubahan warna, berlubang tidak beraturan dan mengalami keguguran.Pengendalian dilakukan dengan cara memangkas daun & ranting-ranting yg terserang untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dgn menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air. Ditulis oleh: Ir. Ismail, PPL di BPP Kec. Meurah Dua