Fall Armyworm Spodoptera Frugiperda J.E.Smith atau Ulat Tentara atau Ulat Grayak dikenal sebagai hama baru pada tanaman jagung di Indonesia, merupakan serangga asli dari daerah tropis dari Amerika Serikat hingga Argentina. Ulat grayat atau disebut juga sebagai Larva FAW dapat menyerang lebih dari 800 spesies tanaman, termasuk jagung, padi, sorgum, jewawut, tebu, sayuran, dan kapas. FAW dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang signifikan apabila tidak ditangani dengan baik, hama ini dapat memiliki beberapa generasi pertahun, ngengatnya dapat terbang hingga sejauh 100 km dalam satu malam. Pada awal 2016 untuk pertama kalinya hama ini ditemukan di Afrika Tengah dan Barat kemudian ditemukan di seluruh daratan Afrika bagian selatan, juga di Madagaskar dan Seychelles(negara kepulauan), selanjutnya pada tahun 2018 FAW terindikasi dan dilaporkan menyerang di hampir seluruh negara sub-sahara Afrika. Kecuali Djibouti,Eritria,dan Lesoto. Hama tersebut telah terindikasi di Sudan hingga pada akhirnya Mesir dan Libya kawatir akan serangan hama tersebut. FAW diprediksi akan menyebar luas ke seluruh dunia. Hama ini merupakan hama perusak pelintas batas yang akan terus menyebar karena mempunyai karakteristik biologi yang khas, selain itu juga didukung dengan adanya peningkatan volume pertukaran barang perdagangan antar negara di seluruh dunia. Ngengat betina dewasa dari FAW merupakan hewan penerbang yang tangguh dan dapat menyebar antar negara antar benua. Populasi FAW kemungkinan akan terus meningkat seiring dengan ketersediaan inang untuk berkembang biak disertai dengan absennya musuh alami (predator seperti semut, cecopet, dan parasitoid) serta entamopatogen (virus, bakteri, dan jamur). Sampai sekarang belum ada rekomendasi khusus pestisida yang sesuai untuk pengendalian hama ini. Disarankan agar petani menanam secara serentak dan membersihkan areal pertanamannya dari gulma-gulma yang kemungkinan menjadi sarang berkembangbiaknya hama ulat Grayak ini. (Ir. Muhammad Hasim_Ka BPP Menggala)