Kedelai Gamasugen 2 dikenal sebagai kedelai unggulan karena berumur pendek (super genjah) yaitu 68 hari, memiliki produktivitas tinggi (2.6 ton/ha), tahan hama dan bisa ditanam sebagai tanaman sela. Varietas kedelai dengan umur super genjah ini sangat berperan penting dalam meningkatkan intensitas pertanaman (IP) . Varietas ini bisa langsung ditanam tanpa perlu pengolahan tanah satu minggu setelah panen padi di sawah perairan. Kedelai Gamasugen 2 merupakan hasil mutasi yang tidak perlu dikhawatirkan, dan merupakan hasil rekayasa para pemulia dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Kedelai ini telah direlease oleh Menteri Pertanian dengan No. 4388/Kpts/SR.120/6/2013. Kedelai ini memiliki rendemen lebih tinggi dibanding dengan kedelai impor dan rasanya juga lebih enak saat dibuat tahu dan tempe. Kandungan proteinnya mencapai ± 37,34 % berat kering dan kandungan lemaknya 13,2 % berat kering.Kedelai Gamasugen 2 diharapkan pada akhir tahun 2014 sudah dapat diperoleh masyarakat umum karena saat ini Batan sedang menangkarkan benih inti atau benih sumber, dan ditargetkan akhir tahun 2014 benih varietas Gamasugen 2 sudah menjadi benih sebar di petani.Lebih lanjut deskripsi Varietas Gamasugen 2 dapat disampaikan sebagai berikut : Dilepas tahun : 17 Juni 2013SK Mentan : 4387/Kpts/SR.120/6/2013Nomor galur : 4-PsjAsal : Radiasi Varietas Tidar dosis 200 grayTipe tumbuh : DeterminitUmur berbunga : 30 hariUmur masak : 68 hariWarna hipokotil : UnguWarna epikotil : HijauWarna daun : Hijau Warna bunga : UnguWarna bulu : Putih kecoklatanWarna kulit polong : CoklatWarna kulit biji : Kuning cerahWarna biji : KuningWarna kotiledon : HijauWarna hilum : CoklatBentuk daun : Lanceolate Ukuran daun : SedangPercabangan : ± 4-5 cabang tanamanJumlah polong per tan : ± 51 polongTinggi tanaman : ± 45 cmKerebahan : Tahan rebahPecah polong : SedangUkuran biji : SedangBobot 100 biji : ± 11,5 gramBentuk biji : Bulat Potensi hasil : 2,6 ton/haRata-rata hasil : 2,4 ton/haKandungan protein : ±37,4% berat keringKandungan lemak : ± 13,2% berat keringKetahanan terhadap hama : Tahan terhadap penyakit karat daun (Phakospora dan penyakit pachyrhizi Syd), tahan terhadap penyakit bercak/hawar daun coklat (Cercospora), tahan terhadap hama penggerek pucuk (Melanagromyza sojae)Keterangan : Berumur supergenjah dan cocok ditanam di lahan sawah dan lahan kering tegalan Pemulia : Arwin,Harry Is Mulyana, Tarmizi, Masrizal, M. Muchlis Adie, dan Khavid FaoziPengusul : PATIR BATAN - Balitkabi Kementerian Pertanian Konsorsium Kedelai. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Didik Harnowo, 2013, Deskripsi Varietas Unggul Kedelai, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.2) http://www.diperta.jabarprov.go.id3) http://www.suarapembaruan.com4) http://balitkabi.litbang.deptan.go.id