Loading...

MENGENAL KOPI LUWAK LIAR (CIVET COFFE) ROBUSTA LERENG RAUNG

MENGENAL KOPI LUWAK  LIAR (CIVET COFFE) ROBUSTA LERENG RAUNG
Desa Sumberwringin adalah salah satu di Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi dalam pengembangan tanaman kopi karena kondisi letak geografisnya berada pada dataran medium sampai dataran tinggi (antara 700m dpl. Sampai 800 m dpl.) terletak dibawah lereng Gunung Raung. Tanaman Kopi sudah menjadi tanaman tahunan yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat, selaku seorang Penyuluh Pertanian yang senantiasa bertemu dan mendapingi Petani, membuat Saya mengenal banyak Petani dengan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan, salah satunya adalah Petani pembudidaya Kopi yang hampir 30% petani di Desa Sumberwringin memiliki lahan Kopi, sehingga Kopi menjadi kearifan local tersendiri. Jenis kopi yang dikembangkan di Desa Sumberwringin adalah kopi Robusta dan Arabika. Kita banyak mengenal beberapa jenis kopi baik dari segi varietas sampai pada jenis kopi menurut cara olahan pasca panennya, salah satu jenis kopi yang sangat digemari namun dari segi harga bisa dikatakan exclusive yaitu “ KOPI LUWAK”. Bagaimana dikatakan sebagai kopi luwak dan apa itu kopi luwak kita dapat menggali informasi dari para petani kopi yang sejak dahulu sudah sering mengolah kopi luwak menjadi kopi bubuk yang jika diseduh begitu nikmat cita rasanya. Kopi Luwak yang ditemukan di dalam kebun petani dapat menandakan bahwa musim panen akan segera tiba, karena luwak hanya memakan biji kopi yang benar-benar masak. Berdasarkan informasi dari petani kopi milenial desa Smberwringin yaitu saudara Jonathan Candra, Kopi luwak didapatkan dari dari biji kopi yang dipilah dari kotoran luwak, binatang liar sejenis musang. Luwak adalah jenis binatang yang suka memakan buah kopi, luwak ini pandai sekali memilih kopi yang terbaik dan benar-benar matang untuk dimakan mungkin karena insting dari seekor binatang pemakan buah yang sangat peka terhadap keberadaan makanannya. Selama memakan buah kopi tentunyan biji dari buah kopi tidak ikut tercerna atau masih utuh selama dalam pencernaan luwak, sehingga biji-biji kopi yang berada dalam saluran cerna luwak menyerap beberapa senyawa dan enzim yang ada didalam saluran cerna secara otomatis biji-biji kopi tersebut mengalami masa fermentasi alami didalam alat cerna luwak sampai pada masa waktunya luwak mengeluarkan kotorannya berupa biji kopi yang nantinya disebut dengan “Kopi LUWAK”. Jonathan Candra juga memaparkan bahwa Para pakar kopi berpendapat kalau kopi yang berasal dari kotoran luwak adalah kopi yang akan memiliki citarasa enak. Ada dua alasan yang melandasi pendapat ini, yaitu 1) Buah kopi yang dimakan oleh luwak adalah buah kopi yang terbaik dari buah yang lainnya/ benar-benar matang, 2) Pencernaan luwak menjadi tempat fermentasi biji kopi yang sempurna sehingga menghasilkan rasa kopi yang khas. KOPI LUWAK mimiliki cita rasa yang lembut seperti cokelat dan tidak terlalu pahit. Karena proses ketersediannya, kopi Luwak Liar ini menjadi barang yang exsclusive dari segi cita rasa dan harganya. Nara sumber : Petani Kopi Desa Sumberwringin Jonatan Chandra (Owner Kopi Cap. Kembang Desa Sumberwringin . Penulis : ELVITA TRIAPRILINA, S.P. ( Penyuluh Pertanian Muda Desa Sumberwringn Kec. Sumberwringin).