Latar Belakang. Salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi padi secara nasional adalah gulma. Di Indonesia, pemberantasan gulma masih banyak dilakukan dengan mencabut gulma secara manual yaitu menggunakan tangan. Cara ini memerlukan banyak tenaga kerja dan biaya tinggi. Penyiangan secara mekanis menggunakn alat bantu seperti garuk dan landak, terkendala rendahnya kapasitas. Disamping itu, ketersediaan tenaga kerja bidang pertanian semakin berkurang. Manfaat mesin Penyiang bermotor Penggunaan mesin penyiang bermotor (power weeder) merupakan salah satu alternatif, karena memiliki keunggulan sebagai berikut :Kapasitas kerja yang lebih besar (15 – 27jam perhektar)Menekan biaya penyiangan.Mengurangi waktu kerja sehingga kelelahan kerja dapat dihindari.Mudah dan ringan, sehingga dapat dioperasikan oleh satu orang. Kemampuan Mesin Penyiang bermotor Mesin penyiang ini dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menyiang gulma pada pertanaman padi berumur antara 15 -40 hari dengan jarak antar baris 20 cm.Spesifikasi mesin sebagai berikut :Tipe : Walking typePenggerak : 2 tak, 2 HP/6.5000 rpm, motor bensin .Kapasitas kerja : a). satu arah : 0,067 ha/jam (15 jam/ha) untuk penyiangan membujur. b).dua arah : 0,037 ha/jam (27 jam /ha)Kecepatan Jalan : 2 – 2,5 km/jamLebar Kerja : 2 baris X 20 cm atau 2 baris X 25 cm Dimensi : -Panjang : 1.550 mm - Lebar : 620 mm - Tinggi : 960 mm - Bobot : 21 kg Cara Menggunakan Mesin Lahan harus tergenang air sekitar 5 cm dan berlumpur dengan kedalaman lapisan maksimum 25 cm (diukur dengan cara orang berdiri di lumpur ), jarak antar barisan tanaman harus benar-benar rata dan lurus sesuai dengan yang ditentukan, yaitu 20 cm. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mesin : Baca buku petunjuk operasional secara seksama,Masukkan bensin campur dengan perbandingan 1 : 25 dan hidupkan mesin dan jalankan mesin;Tempatkanlah unit power weeder pada tengah-tengah alur tanaman padi (cakar kiri dan kanan berada pada ruang kosong diantara alur tanaman padi ).Setelah mesin jadi, kembalikan posisi tuas gas ke ideal (gas posisi rendah), Pada posisi ini putaran dari mesin tidak diteruskan ke poros utama dan otomatis cakar penyiang tidak berputar. Hal ini dikarenakan pada mesin terdapat kopling sistem sentrifugal, putaran dari mesin akan diteruskan bila rpm mesin cukup tinggi.Dengan posisi operator di belakang mesin penyiang sambil memegang kedua stang, mulai atur posisi gas menjadi tinggi sampai cakar penyiang berputar.Apabila kondisi lumpur cukup dalam dan piringan cakar penyiang terbenam naikkan posisi cakar penyiang, dengan cara menekan stang ke bawah (kaki pengapung sebagai bidang tumpu).Dengan menekan stang ke bawah dan kaki pengapung sebagai bidang tumpu adakalanya mengakibatkan cakar berputar di tempat, karena kaki pengapung terbenam ke dalam lumpur, bila hal ini terjadi maka stang sampai mesin penyiang dapat berjalan ke depan;Mekanisme pengoperasian mesin penyiang padi sawah, sehingga dapat berjalan ke depan adalah terjadinya slip pada pirinngan cakar penyiang (slip berkisar 50 -60 %), slip inilah yang mengakibatkan lumpur padi sawah teraduk dan diharapkan gulma yang tumbuh di antara alur tanaman akan tercabut dan tergulung. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Bank Pengetahuan Padi Indonesia.