Penyakit Busuk Pangkal Batang adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit dan dapat mematikan tanaman, penyebabnya adalah jamur patagenik dari genus ganoderma. Infeksi dan penularan penyakit terjadi di dalam tanah melalui kontak akar tanaman sehat dengan sumber infeksi seperti tunggul kayuan eks hutan, karet, kelapa dan kelapa sawit yang telah terkolonisasi patogen. Beberapa metode pengendalian yang telah banyak dilakukan belum berhasil dengan baik dan bahan tanaman yang resisten belum tersedia. Oleh karena itu pengendalian dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Gejala: visual awal yang umumnya adalah berupa kelayuan menyeluruh dan tampaknya seperti kekurangan air dan hara, terdapat sedikitnya 3 pupus yang tidak membuka sempurna daun berwarna hijau pucat (klorisis) atau kekuningan dan tampak kusam tidak berkilat, selanjutnya pelepah-pelepah terbawah menguning mulai dari ujung mengarah ke pangkal, mengering dan nekrosis berwarna coklat. Pada tanaman muda daun yang mengering tetap pada posisinya, sedangkan pada tanaman dewasa pelepah patah pada pangkalnya dan mengantung pada sekeliling batang. Tanaman mati dalam 6 – 12 bulan setelah gejala awal pada daun, dan banyak tanaman sakit tumbang sebelum badan buah jamur terbentuk terutama pada tanaman muda. Satu atau beberapa badan buah jamur terbentuk sekaligus pada pangkal batang dan pangkal akar, mula-mula sebesar kancing baju, bewarna putih dan berkembang membentuk lempengan dengan posisi hirizontal, permukaan atasnya coklat mengkilat, sedangkan permukaan bawah putih kelabu dengan banyak pori halus dimana dihasilkan banyak sekali basidiospora. Kadangkala dijumpai fruktifikasi ganoderma pada bagian atas batang pada ketinggian > 2 m dari tanah, sedangkan pada bagian pangkal batannya sehat, ini merupakan bukti bahwa Ganoderma juga bersifat tular udara atau terbawa oleh serangga khususnya kumbang penggerek. Jaringan akar terinfeksi bewarna kuning kecoklatan, selanjutnya menjadi kosong dan rapuh pipih bila dipegang. Jaringan pangkal batang menjadi nikrosis, rapuh berwarna kuning-coklat terang dengan tepi coklat gelap tidak teratur, longgar dan mengandung miselia jamur berwarna putih. Tanaman sakit dengan gejala awal kadang-kadang masih menghasilkan tandan tetapi jumlahnya jauh berkurang dibandingkan dengan tanaman yang sehat. Penyebab: penyakit busuk pangkal batang disebabkan oleh jamur patogenik tular tanah Ganoderma boninense Pat., namum terdapat keragaman diantara isolat atau strain yang ada. Miselianya berperan melakukan infeksi langsung. Jamur ini bisa bertahan hidup secara saprofitik pada sisa-sisa tumbuhan di atas dan di dalam tanah(Taniwiryono, 1998). Basidiospora jamur setelah berkecambah dalam keadaan tertentu diduga juga mampu menginfeksi secara langsung. Selain itu diduga kumbang penggerek Oryctes rhinoceros (L) ikut berperan sebagai vektor penyakit.Faktor Pendorong: Insiden penyakit berkaitan erat dengan tanaman atau vegetasi awal sebelum kelapa sawit. Pada pertanaman eks hutan atau karet, penyakit mulai terlihat umur 9-10 tahun dan serangannya dapat mencapai 25-40% ketika diremajakan. Pada pertanaman eks kelapa atau kelapa sawit, penyakit muncul lebih dini, biasanya umur 1-3 tahun tetapi sebagian besar pada umur 4-6 tahun. Pengendalian : Busuk pangkal batang dapat dikendalikan dengan menerapkan berbagai komponen diantaranya monitoring penyakit, secara kurturteknis, secara kiamiawi dan secara hayati. Pengendalian secara kultur teknis dengan cara sanitasi pada saat peremajaan merupakan metode pengendalian utama dengan tanaman yang sudah ditumbang dipotong menjadi potongan kecil-kecil. Akarnya dikeluarkan dari dalam tanah dan dihancurkan dan setelah kering sebaiknya dibakar sesempurna mungkin selanjutnya tanah diolah dengan cara membajak. Pada pertanaman eks hutan dimana insiden penyakit biasanya rendah. Sanitasi areal tidak begitu penting dan kayu-kayu dapat dikurangi dan atau dibiarkan membusuk secara alami.Pengendalian secara kimiawi uji evektifitas in vitro dari berbagai fungisida sistemik terhadap G. Boninense menunjukkan hasil yang baik terutama fungisida dari kelompok triazol, seperti tridemorf, triadimenol, dan trimefon. Penggunaan lebih dianjurkan sebagai tidakan preventif terhadap tanaman sehat di areal bekas Ganoderma, dapat digunakan secara curahan di tanah di sekeliling pangkal batang dengan konsentrasi 0,25% sebanyak 3-4 liter/pohon dengan pusingan 4 bulan, atau secara injeksi batang sebanyak 20 ml/pohon tiap 6 bulan. Untuk tanaman yang sakit dengan gejala awal dapat digunakan dazomet (fumigan) sebanyak 400 gram/pohon melalui 8 lubang pada pangkal batang, diberi air 25 ml/lubang. Pemupukan hara makro lengkap (N, P, K dan Mg) dapat meningkatkan ketahanan tanaman. Pengendalian secara hayati dengan tanaman yang resisten, rotasi tanaman seperti padi, jagung dan kacang tanah selama 1-2 tahun selanjutnya ditanam kembali kelapa sawit. Selain itu ada cara penggunaan jamur antagonistik dan pengenangan tetapi sangat jarang dilakukan.Penulis : Ben Areh, SP (Koordinator BPP Beutong) dan Marjuna Usman, SP (PP Muda pada KJF Kab. Nagan Raya)Sumber :Budidaya Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI)