Nama latin: Tamarindus indica Linn. Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi. Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september - oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong. Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 - 300 m dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu. Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin. Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda. Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Asam jawa yang bernama ilmiah Tamarindus indica L. adalah sebuah tanaman daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohon asam yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Pohon asam bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap, dan bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dan tentu saja berasa khas asam. Biasanya didalam buah polong buah juga terdapat biji berkisar 2-5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman Sejak dulu tanaman asam, khususnya asam jawa, dikenal sebagai obat tradisional, bumbu dapur, kayu bangunan, dan merupakan salah satu komoditas ekspor potensial. Tanaman asam berpotensi untuk dikembangkan secara intensif dan berpola komersial karena nilai sosial dan ekonominya cukup tinggi. Tanaman asam dapat berfungsi untuk memperindah dan melindungi pekarangan rumah, jalan-jalan didalam kota, dan jalan raya. Disamping itu pohon asam juga berfungsi sebagai bahan penghijauan dan penahan angin serta banyak digunakan untuk memperbaiki lingkungan yang gersang dan tandus (Rukmana, 2005). Komposisi Kimia Asam Jawa. Daging buah asam jawa mengandung 8-14% asam tartarat, 30-40% gula, serta sejumlah kecil asam sitrat dan kalium bitaetrat sehingga berasa sangat masam. Warna asli daging asam adalah kuning kecoklat-coklatan. Akibat pengaruh pengolahan, warnanya berubah menjadi kehitam-hitaman. Pulp buah asam yang masak mengandung air sekitar 63,3-68,6%, bahan padat total 31,3-36,6%, protein 1,6-3,1%, lemak 0,27-0,69%, sukrosa 0,1-0,8%, selulosa 2,0-3,4%, dan abu 1,2-1,6%. Abu dari tanaman asam tersusun atas kalium, silikon, natrium, fosfor, dan kalsium. Asam tartarat merupakan komponen asam yang paling utama dalam pulp. Kandungan asam dalam pulp asam berkisar antara 8-16%, sedangkan asam lainnya total hanya sekitar 3% dari berat pulp (Rukmana, 2005). Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal/100 gram, protein 2,8 gram/100 gram, lemak 0,6 gram/100 gram, hidrat arang 62,5 gram/100 gram, kalsium 74 miligram/100 gram, fosfor 113 miligram/100 gram, zat besi 0,6 miligram/100 gram, vitamin A 30 miligram/100 gram, vitamin B1 0,34 miligram/100 gram, vitamin C 2 miligram/100 gram. Manfaat. Buah dan bunga yang berwama hijau dapat digunakan untuk memberi rasa asam yang pekat pada hidangan yang terbuat dari ikan dan daging. Buahnya yang matang dari jenis yang manis biasanya dimakan ketika masih segar sedangkan buahnya dari jenis yang asam dibuat menjadi sari buah, selai, sirup, dan permen. Biji asam juga dapat dimakan setelah direndam dalam air dan dididihkan untuk menghilangkan kulit bijinya. Tepung bijinya dapat dibuat menjadi kue atau roti. Biji yang dipanggang dinyatakan unggul sebagai biji kacang dalam hal rasa. Minyak bijinya-yang mirip dengan minyak biji rami-cocok digunakan untuk membuat cat dan vernis. Kulit kayunya sepat rasanya dan sebagai obat kuat, serta abunya dapat digunakan sebagai obat dalam untuk penguat pencernaan. Dicampur dengan salep atau tapal, kulit kayunya dapat digunakan untuk mengobati luka, borok, bisul, dan ruam. Juga dapat dimanfaatkan rebusannya untuk mengobati asma dan gangguan datang bulan, serta obat demam. Daun mudanya dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit karena rematik, ditempelkan pada luka, atau diberikan sebagai tapal untuk radang dan untuk mengurangi bengkak persendian, serta untuk mengurangi bengkak dan menghilangkan rasa sakit. Rebusan daun yang diberi pemanis mujarab untuk mengobati batuk dan panas. Perasan daun muda yang dipanaskan dan disaring, serta tapal bunganya digunakan untuk obat radang selaput mata. Daging buahnya dapat digunakan untuk obat pendingin asam, pencahar yang lembut dan juga untuk memberantas ketombe. Tepung bijinya dapat digunakan untuk mengobati disentri dan diare. Sumber : Dit.Jen. Perkebunan dan Sumber lainnya Penulis : Ir. Agus Sutarman, MA, MM Penyuluh Pertanian PUSLUH BPPSDMP