Loading...

Mengenal tanaman perangkap serangga hama

Mengenal tanaman perangkap serangga hama
Kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan bahan kimia, mendorong para peneliti di bidang pertanian untuk mengembangkan teknik pengendalian OPT yang berbasis lingkungan, dan diharapkan tetap menjaga kelestarian agroekosistem di lapangan, dengan merunut kepada prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT menitikberatkan pemanfaatan berbagai teknik pengendalian yang dikombinasikan dalam satu kesatuan program, sehingga dicapai keuntungan ekonomi yang maksimal, dan memberikan dampak yang aman bagi pekerja, konsumen dan lingkungan hidup. Secara prinsip, berbagai cara pengendalian diterapkan harus secara teknis efektif dan dapat diterapkan, secara ekonomi menguntungkan, secara ekologi aman dan secara sosial budaya dapat diterima [Prabaningrum 2015]. Pengendalian hama dengan cara bercocok tanam seperti pemanfaatan tanaman pinggir atau ada yang menyebutnya dengan tanaman perangkap, dapat mendorong stabilitas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dan berada dalam kesetimbangannya. Jenis tanaman pinggir yang dipilih harus mempunyai fungsi ganda yaitu, disamping sebagai penghalang masuknya hamake pertanaman pokok, juga sebagai tanaman refugia yang berfungsi untuk berlindung sementara dan penyedia tepung sari untuk makanan alternatif predator, jika mangsa utama populasinya rendah atau tidak ada di pertanaman pokok. Selama ini keberadaan tanaman bunga liar dianggap sebagai gulma biasa yang mengganggu tanaman budidaya. Penelitian baru-baru ini menunjukkan hal sebaliknya. Ternyata sebagian besar tanaman bunga berwarna cerah merupakan tanaman favorit bagi beberapa jenis serangga predator pemangsa hama. Sebut saja kepik. Sejak dahulu kala kepik berperan besar dalam mengendalikan populasi kutu daun karena kepik memakan banyak kutu daun termasuk thrips dan aphids yang menjadi vektor penyebab daun keriting pada tanaman cabe. Musnahnya tanaman liar favorit kepik juga berarti menurunkan populasi kepik yang mana secara hukum rantai makanan berarti populasi kutu daun akan meningkat. Ternyata inilah masalah besar yang justru tidak disadari banyak kalangan sejak awal. Oleh karena itu sekarang dilakukan sosialisasi untuk kembali menanam bunga-bungaan untuk mencegah hama pada lahan pertanian. Tanaman penolak hama itu disebut dengan tanaman refugia. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas beberapa jenis tanaman refugia yang bisa diandalkan untuk mencegah serangan hama pada lahan pertanian. Bunga Matahari Siapa yang tak kenal bunga matahari? Bunga berukuran besar dan khas dengan bentuk lingkaran dan warna cerahnya ini merupakan bunga favorit banyak kumbang dan serangga predator. Oleh karena warna cerahnya ini sehingga banyak serangga terpikat. Namun ukuran tanaman bunga matahari yang cukup besar ini menjadikannya hanya cocok ditanam di sekeliling lahan sebagai pagar dan sebaiknya tidak ditanam pada selingan tanaman karena bisa menghalangi sinar matahari sekaligus menyedot banyak unsur hara dalam tanah. Bunga Kenikir Yang selanjutnya adalah bunga kenikir yang berukuran medium. Bunga ini mengandung banyak senyawa yang menimbulkan bau pengusir hama. Namun warna bunganya yang cerah merupakan sumber nektar yang memikat bagi serangga predator. Akar dari tanaman bunga kenikir ini juga bersifat nematosida.teknik menanam bunga kenikir terbilang mudah untuk dicoba. Babadotan Siapa sangka, babadotan yang selama ini murni dianggap sebagai hama ternyata adalah tanaman yang menjadi favorit kumbang predator. Mungkin memang benar jika jumlahnya terlalu banyak maka babdotan bisa dianggap sebagai gulma yang menyedot banyak unsur hara dalam tanah. Namun jika kita bisa menanta pertumbuhan babadotan, justru yang didapat adalah manfaat besar untuk menekan populasi hama tanaman. Jagung Budidaya tumpangsari jagung dengan tanaman cabe selama ini memiliki hasil yang baik dengan menurunnya gejala keriting daun yang mengindikasikan menurunnya pula populasi ham thrips dan aphids pada tanaman cabe. Ternyata ini disebabkan meningkatnya populasi kumbang kepik dan serangga predator yang bersembunyi di tanaman jagung. Jadi tanaman jagung sangat direkomendasikan sebagai tanaman pelindung atau tumpang sari. Budidaya jagung selama ini juga dikenal mudah dan minim biaya. Tanaman Kacang Panjang Sebagaimana halnya tanaman jagung. Kacang panjang juga dikenal memiliki sifat refugia yang dapat menolak keberadaan hama karena banyak serangga predator yang berdatangan. Kombinasi model tumpang sari antara tanaman kacang panjang dengan tanaman lainnya sangat bagus untuk mengendalikan populasi hama pada lahan budidaya. Tertarik mencoba tumpang sari? Bunga Kertas Tanaman refugia yang mampu mencegah serangan hama selanjutnya adalah bunga kertas (zinnia). Bunga kertas juga memiiki warna cerah yang menarik perhatian kumbang. Datangnya kumbang untuk menghisap nektar sekaligus juga akan mencari makanan utama mereka yaitu serangga jenis kutu daun ataupun ulat. Cara menanam bunga kertas sendiri cenderung mudah Irawan Edi Koesbiantoro, SP. Penyuluh Pertanian BPP.Cerme