Loading...

MENGGENJOT PRODUKSI PADI MELALUI TUDANG SIPULUNG TINGKAT KECAMATAN

MENGGENJOT PRODUKSI PADI MELALUI TUDANG SIPULUNG TINGKAT KECAMATAN
Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan instansi terkait melakukan upaya percepatan peningkatan produksi padi melalui Tudang sipulung Tingkat Kecamatan. Tudang sipulung merrupakan salah satu implementasi metode Penyuluhan Pertanian yang dalam pedoman evaluasi Kinerja Penyuluh lebih dikenal dengan Temu wicara. Temu Wicara merupakan pertemuan antara pemerintah (Instansi terkait) dengan petani membicarakan masalah dan usaha antara lain aplikasi teknologi terapan dan kebijakan yang mendukung. Teknologi pertanian adalah teknologi yang dalam aplikasinya membutuhkan kebersamaan dan Sumber Daya Manusia yang memadai dan tentunya dukungan kebijakan dan infrastruktur yang baik. Pada Pelaksanaan tudang sipulung yang dihadiri oleh Camat Burau, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K)dan Penyuluh tingkat kabupaten, Kepala dinas Pertanian, Perkebunan dan peternakan (P3) , Kepala Dinas Koperindag, Kepala ranting PU, Penyuluh Pertanian se Kec. Burau, Pelaku Utama ini diawali dengan pembukaan oleh Benyamin Pirbar, Pembacaan do'a oleh Saharuddin,SP. Acara ini dibuka secara resmi oleh Satri, SE sebagai camat Burau, pada kesempatan itu ia menyampaikan arahan berdasarkan hasil evaluasi yang disampaikan oleh Nurdin Sahid, Sp sebagai Koordinator BP3K Kec. Burau yang menyampaikan bahwa Tingkat Produksi untuk Kecamatan Burau pada MT 2014 sebesar 6,67 Ton/Ha. Tingkat produksi ini masih bisa digenjot manakala capaian tingkat terapan 12 paket teknologi yang masih berkisar antara 45,53 %, dapat ditingkatkan pada kisaran 1 s/d 5 digit dengan memperhatikan penerapan paket-paket teknologi yang masih rendah. Camat Burau dalam arahannya menegaskan bahwa apabila ada usaha maka ada yang ditunggu. Kebersamaan dan Kerja, Kerja, Kerja sangat dibutuhkan. Pada araahan kedua yang disampaikan oleh kepala BP4K Kabupaten Luwu timur Ir, Nursih Hariani, M.Si berharap agar para pelaku utama proaktif melakukan kaji terap aplikasi pupuk yang bijaksana untuk membuktikan bahwa ada perbedaan antara dosis sesuai anjuran dengan aplikasi dosis pemupukan yang berlebih. Ia mengatakan bahwa besar harapan kita untuk menggeser posisi kecamatan Burau dari urutan ke Lima mengingat potensi kecamatan Burau ini merupakan urutan pertama dari segi luasan areal persawahan yaitu 3467 Ha. Upaya percepatan dapat dilakukan tidak saja dari segi teknis tapi dapat pula didukung dari segi perubahan perilaku menjadi positif dan mandiri dikalangan pelaku utama, Penguatan Kelembagaan menjadi tugas utama bagi penyuluh dan tentunya didukung oleh respon yang baik dari petani. Pengarah ketiga Ir. Muharif, M.Si sebagai Kadis P3 menyampaikan bahwa seraya menambah luas areal tanam dan areal panen juga menitik beratkan pada peningkatan produktivitas dengan meningkatkan pemanfaatan benih berlabel sebanyak 5 – 10 % maka akan meningkatkan produksi 1 s/d 2 digit dan akan memberikan sumbangsih yang cukup berarti disamping menekan kehilangan hasil pada paket panen dengan sistim mekanisasi dan tentunya harus didukung dengan kelembagaan petani yang mandiri melalui UPJA. Dari segi pasca panen beliau berinisiatif pihak penggilingan di Luwu Timur membicarakan dan mendengarkan serta merumuskan alternative penyelesaian masalah produksi yang loss keluar daerah. Sebelum menutup arahannya Muharif menantang pelaku utama untuk menetapkan target produksi dan meminta target provitas menjadi komitmen yang harus ditepati dan menjadi bahan evaluasi saat tudang sipulung pada tahun berikutnya. Pada kesempatan diskusi Ir. H. Sakaria, M.Si selaku Kepala Dinas Koperindag optimis akan lebih meningkatkan pengawasan terkait kehilangan hasil pada paket pasca panen terutama pada saat penimbangan yang dilakukan pada waktu yang tidak menguntungkan. Ia menyampaikan bahwa ketika petani mempunyai nilai tawar yang cukup tinggi minimal akan mengurangi niat pembeli untuk melakukan penimbangan pada malam hari dengan iming-iming harga yang lebih tinggi dibanding harga yang ditawarkan oleh pedagang local disinyalir menyebabkan daya tarik tersendiri di kalangan pembeli. Beliau menghimbau kepada pelaku utama untuk menyadari efek negative dari praktek-praktek seperti itu cukup besar. Tudang sipulung tingkat kecamatan Burau yang dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2014 di aula Kantor BP3K kecamatan Burau diakhiri dengan diskusi dan pembacaan kesimpulan (S,M,H, MY)