Loading...

MENGOPTIMALKAN FUNGSI KLINIK PERTANIAN DI PINRANG

MENGOPTIMALKAN FUNGSI KLINIK PERTANIAN DI PINRANG
Klinik Penyuluhan Pertanian yang dilaunching oleh Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi pada empat tahun silam belum berjalan maksimal. Selama kurang lebih empat tahun berjalan belum menunjukkan perkembangan sebagaimana klinik pertanian yang telah dikembangkan oleh perguruan tinggi dan sawasta. Belum maksimalnya fungsi klinik pertanian di BP3K karena keterbatasan anggaran. Memasuki tahun anggaran 2015 Bupati Pinrang mengalokasikan anggaran dari APBD untuk memberdayakan klinik pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BP3K) di 12 kecamatan di kabupaten Pinrang. Pada anggaran pokok APBD 2015 awalnya hanya dianggarakan sekitar Rp.100 juta untuk membiayai kegiatan percontohan klinik pertanian di empat BP3K yaitu BP3K kecamatan Duampanua, Mattiro sompe, Tiroang dan kecamatan Mattirobulu. Karena Bupati Pinrang berkeinginan agar fungsi klinik pertanian benar-benar berjalan baik dalam memberikan pelayanan informasi teknologi bidang pertanian secara luas kepada masyarakat maka beberapa waktu lalu wakil Bupati dan Bupati Pinrang memberi tambahan anggaran masing-masing sebesar Rp. 200 juta sehingga sampai saat ini jumlah dana APBD yang dialokasikan ke BP4K untuk optimalisasi fungsi klinik pertanian mencapai Rp.500 juta. (ASA)