Loading...

Meningkatkan Mutu Jerami Sebagai Pakan Ternak Ruminansia

Meningkatkan Mutu Jerami Sebagai Pakan Ternak Ruminansia
Jerami merupakan limbah dari tanaman padi yang keberadaannya sering diabaikan. Kebiasaan petani membakar jerami perlu dicegah karena selain bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organic bisa juga digunakan sebagai pakan ternak. Menjelang musim kemarau dan dalam kondisi sulitnya hijauan pakan ternak utamanya rumput untuk pakan sapi/ruminansia, petani/peternak juga sering memanfatkan jerami sebagai pakan ternaknya. Pemberian jerami sebagai pakan ternak ruminansia/sapi tanpa disertai fermentasi akan mengurangi nilai fungsinya dalam meningkatkan produksi daging meskipun dalam jumlah yang sangat kecil. Petani/peternak memberikan jerami sebagai pakan ternak sapi pengganti rumput sekedar untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi ternaknya tanpa mempertimbangkan mutu jerami dalam meningkatkan produksi ternaknya.Pemberian jerami tanpa disertai fermentasi akan mengurangi nilai manfaat dari pemberian pakan tersebut karena jerami sukar dicerna oleh perut binatang ruminansia ( sapi, kerbau, kambing dan domba ). Secara kimiawi di dalam jerami terdapat kandungan silica dan lignin yang mengikat selulosa sehingga sukar dicerna oleh lambung ruminansia. Apabila kita memberikan 10 kg jerami maka hanya 30% ( 3 Kg ) pakan yang bisa dicerna, sisanya akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran.Perbaikan mutu jerami bisa dilakukan dengan cara menambahkan pupuk urea untuk difermentasi. Fungsi dari urea tersebut adalah untuk memutuskan ikatan antara selulosa dengan silica dan lignin sehingga lebih mudah di cerna. Dengan perlakuan fermentasi jerami dan pemberian urea sebagai katalisatornya maka 55 % jerami yang diberikan bisa dicerna oleh lambung ruminansia.Cara fermentasi jerami dengan urea adalah sebagai berikut :1. Timbang jerami yang akan difermentasi untuk menentukan jumlah urea yang diperlukan. Apabila jerami yang akan difermentasi sudah kering maka diperlukan urea sebesar 4,6% dari berat jerami, sedangkan untuk jerami yang masih segar diperlukan urea 2,5% dari berat jerami.2. Siapkan plastic sebagai alas untuk fermentasi dengan ketebalan alas/plastic 5-10 cm. Letakkan pada tempat yang teduh.3. Larutkan urea dengan air kemudian siramkan secara merata pada jerami kering yang akan kita fermentasi tahap demi tahap dan disusun keatas. Jumlah air yang dibutuhkan sebanding dengan jumlah urea.4. Apabila kita menggunakan jerami segar maka urea tidak perlu dilarutkan dalam air karena jerami segar mengandung 75% air. Cukup ditaburkan secara merata pada jerami yang akan kita fermentasi5. Tutup rapat susunan jerami dan biarkan selama 3-4 minggu agar jerami menjadi matang.6. Tanda jerami yang sudah matang adalah warna menjadi kuning kecoklatan, tekstur terasa lunak bila dipijit dan bau amonia menusuk hidung7. Jerami siap dijadikan pakan ternak. Selain meningkatkan mutu jerami sebagai pakan ternak, fermentasi jerami juga merupakan salah satu cara pengawetan pakan ternak karena tidak selamanya hijauan segar mudah didapat.Semoga dengan artikel ini memberikan masukan dan pengetahuan bagi petani/peternak khususnya peternak tradisional yang ada di daerah pedesaan serta memberikan manfaat dalam mengembangkan usaha peternakannya.