Loading...

MENJAGA KETAHANAN PANGAN DENGAN TANAM KENTANG DI PEKARANGAN

MENJAGA KETAHANAN PANGAN DENGAN TANAM KENTANG DI PEKARANGAN
Kentang (Solanum tuberosum) merupakan komoditi sayuran, dilihat dari komposisi kandungan gizi, kentang paling banyak mengandung air (72-75%), disusul tepung/pati (16-20%), protein (2-2,5%), serat (1-1,8%), dan asam lemak (0,15%). Kandungan tepung itulah, kentang banyak dikonsumsi sebagai pengganti beras yang biasanya dikukus/rebus. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam Program Gerakan Ketahanan Pangan Nasional, mengajak menanam tanaman pangan penggati beras, salah satunya “kentang” ditanam di tanah yang kosong termasuk di pekarangan. Kentang pada dasarnya tumbuh ideal di dataran tinggi dan di lahan hamparan, namun tidak ada salahnya untuk dicoba juga di dataran rendah dan di pekarangan. Asalkan dipahami betul kondisi yang paling disukai kentang. Antara lain lahan yang digunakan untuk menanam kentang bukan bekas tanaman sejenis/sefamili kentang minimal 3 musim, terletak di dataran tinggi di atas 1.000 m dpl, tingkat kelembaban udara tinggi 80 sampai 90%, curah hujan berkisar 1.500 sampai 5.000 mm/tahun. Wakttu tanam sebaiknya pada musim kemarau, di tanah terbuka karena perlu sinar matahari cukup minimal 8 jam. Tanah yang dikehendaki gembur dan kaya unsur hara serta vulkanis dengan kandungan pasir sedikit, tebal top soil harus melebihi 30 cm, kandungan air tanah cukup, pH tanah 5 sampai 6,5. Suhu tanah yang ideal di tempat yang dingin antara 15 - 20 derajat celcius. Adapun cara bertanam kentang di pekarangan mengikuti kegiatan-kegiatan berikut. Menyiapkan Benih Kentang yang akan ditanam di pekarangan dan hasilnya untuk konsumsi gunakan benih sebar G4, bersertifikat, berlabel biru, ukuran medium dengan berat 30 – 45 gram, sudah tumbuh tunas 1 – 2 cm atau siap tanam dari penangkar yang diawasi oleh Pemerintan, yaitu Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH). Selain itu jika tunas lebih dari 2 cm sebaiknya dipotong dan pilih umbi yang mulus, tidak cacat, sehat sehat/tidak busuk. Di Indonesia ada dua varietas benih kentang, yaitu Granola dan Atlantik. Benih kedua varietas tersebut mudah diperoleh di toko pertanian dan balai pertanian, bahkan bisa secara online yang dapat dijamin kualitasnya dengan sertifikat benih dari BPSBTPH. Menyiapkan Lahan Lahan pekarangan yang akan ditanami kentang dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan batuan, jika ada sisa tanaman yang besar harus dibongkar. Setelah lahan bersih, lalu dilakukan kegiatan berikut: 1) Tanah diolah dengan dicangkul sampai gembur kedalaman 30 cm, lalu didiamkan selama 15 hari; 2) Buatlah garitan/parit sepanjang 10 meter atau sesuai kondisi lahan, kedalaman 7 - 10 cm dan jarak antar garitan sekitar 70 cm, agar lurus gunakan tali rapia, dan pada lahan miring saluran dibuat melintang dengan arah kemiringan; dan 3) Dalam garitan diberi tanda setiap + 30 cm untuk tanam benih kentang dan merupakan jarak tanam. Selanjutnya lahan siap ditanami benih kentang. Menanam Benih dan Memberi Pupuk Dasar Benih kentang ditanam dengan cara diletakan dalam garitan yang sudah diberi tanda (lihat pada penyiapan lahan). Antara benih dengan benih dalam garitan diberi pupuk organik sebanyak 30 ton per hektar atau 1 karung yang berisi sekitar 25 kg per 10 meter panjang garitan. Pupuk jangan terkena benih kentang karena dapat menyebabkan pembusukan. Pupuk organik sebaiknya dari fermentasi kotoran kambing atau domba, karena memiliki sifat menahan air yang baik sekaligus menjaga tanah tetap gembur. Selanjutnya garitan yang berisi benih dan pupuk ditimbun dengan tanah dari kanan dan kiri setinggi kurang lebih 10 cm dari permukaan tanah. Guludan dibuat tidak menggunung melainkan mendatar agar tidak mudah longsor dan dapat menahan air. Dengan demikian garitan menjadi guludan dan bekas tanah timbunan menjadi parit untuk irigasi. Pengairan Pengairan, maksudnya memberikan air pada tanaman kentang secara rutin, terutama pada musim kemarau. Air dibutuhkan tanaman kentang untuk menjaga kelembaban tanah, terutama dalam proses penyerapan unsur hara. Penyiangan, Pemupukan Susulan, dan Pembumbunan Secara efisiensi tenaga, penyiangan, pemupukan susulan, dan pembumbunan dapat dilakukan secara bersamaan. Pemupukan susulan sebanyak dua kali, jika penyiangan dan pembumbunan perlu dilakukan lebih banyak dapat pada waktu lain yang disesuaikan dengan kondisi kebun. Pemupukan susulan diberikan sebagai nutrisi tambahan sesuai dengan pertumbuhan tanaman kentang. Pemupukan susulan I diberikan pada tanaman kentang berumur 25 – 30 HST, berupa pupuk majemuk (NPK) dengan dosis 5–10 gram per tanaman dengan cara ditaburkan sekitar tanaman. Sebelum diberi pupuk susulan I, terlebih dahulu dilakukan pencabutan rumbut dan tumbuhan yang tidak dikehendaki, serta tanaman kentang yang terserang penyakit. Setelah bersih, baru diberi pupuk dan dilakukan pembumbunan dengan cara menaikkan tanah diantara dua guludan (parit) ditaruh di atas guludan dan diratakan. Penyiangan, pemberian pupuk susulan, dan pembumbunan diulang kembali pada tanaman kentang berumur 35 – 40 HST, jenis dan dosis pupuk sama dengan pemupukan susulan I. Jika ada tanaman yang terserang penyakit harus dimusnahkan atau dibenamkan dalam tanah di luar lahan tanaman kentang. Pembumbunan bertujuan untuk mencegah umbi kentang muncul ke permukaan dan terkena sinar matahari. Selain itu pembumbunan juga penting untuk mencegah umbi terserang hama. Pengendalian OPT Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan tindakan untuk menekan serangan OPT (hama, penyakit, dan gulma). Salah satu pengendalian OPT yang dapat mengamankan hasil pertanian untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan, yaitu menggunakan pestisida nabati (non kimia). Penggunaan obat-obatan kimia (insektisida, herbisida, fungisida dll) sebaiknya digunakan bila serangan OPT sudah berat. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kentang dapat dilihat pada naskah lainnya. Panen dan Penyimpanan Ciri dari tanaman kentang yang telah siap dipanen umbinya, antara lain tanaman yang mulai layu dan mati. Umur tanaman kentang yang ideal untuk dapat dipanen hasilnya antara 3 - 4 bulan atau tergantung varietasnya. Kentang sebaiknya dipanen pada saat cuaca cerah, karena panen yang dilakukan saat hujan akan mengakibatkan kentang cepat busuk. Jangan mencuci kentang dengan air setelah dipanen, cukup bersihkan umbi dari tanah kemudian dimasukkan ke dalam karung. Umbi kentang disimpan di tempat yang kering dengan sirkulasi udara yang baik dapat tetap baik kualitasnya selama 4 minggu. Demikian, selamat mencoba dan semoga sukses bertanam kentang di pekarangan. (Penulis: Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Daftar Pustaka: Pedoman Budidaya Tanaman Obat Yang Baik (Good Agriculture Practices For Medical Crops), Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan. 2014. Standar Operasional Prosedur Budidaya Kentang Varietas Granola (Solanum tuberrosum L) Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat. 2015. Ika Rochdjatun Sastrahidayat. Tanaman Kentang Pengendalian dan Hama Penyakitnya. Malang, Universitas Brawijaya. Cetakan Pertama. 2011. https://blog.tanijoy.id/begini-cara-menanam-kentang-bisa-kamu-coba-di-rumah.