Loading...

MENSEJAHTERAKAN PETANI DENGAN SL-GAP CABAI RAWIT

MENSEJAHTERAKAN PETANI DENGAN SL-GAP CABAI RAWIT
Sekolah Lapangan Good Agriculture Practice (SL-GAP) Cabai Rawit untuk Kabupaten Badung dilaksanakan oleh Subak (Kelompok Tani) Guming di Desa Penarungan-MengwiKabupaten Badung. Cabai rawit termasuk tanaman perdu dan tergolong tanaman sayuran untuk dikonsumsi karena mengandung zat kapsaisin. Pelaksanaan kegiatan ini di mulai Bulan Juli tahun 2014 yang diikuti oleh anggota kelompok tani yang siap menanam cabai di lahan usaha taninya. Luas lahan yang ditanami cabai saat ini seluas 15 Ha. Peserta SL mendapatkan sarana produksi serta bimbingan teknis ketika dilaksanakan pertemuan atau Agroekosistem dilapangan. Saat ini tanaman cabai rawit sudah mulai berproduksi dan memberikan harapan kepada petani. Menurut Pekaseh (Ketua kelompok tani) Guming I Wayan Muliada mengatakan awalnya peserta Sekolah Lapang merasa cemas tentang keberhasilan tanaman karena petani belum pernah berusaha tani cabai rawit. Berkat bimbingan selama Agroekosistem oleh pemandu lapang akhirnya tanaman cabai rawit mampu berproduksi. Penyuluh Pertanian Wilbin Penarungan I Made Sudiana,SP yang membina kelompok tani Guming di Desa Penarungan mengatakan bahwa tanaman cabai rawit sebagai SL-GAP Cabai Rawit saat ini sudah berproduksi serta memasuki panen yang ketiga kalinya, bahkan musim panen di Bulan Desember 2014 ini petani mendapatkan harga yang baik yaitu Rp.55.000,- per kg sehingga peserta Sekolah Lapang sangat antusias untuk menggeluti usaha taninya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selamat bekerja petani cabai rawit semoga mampu meningkatkan pendapatan keluarga tani untuk mencapai kesejahteraan.Simbaryadnya (PP.Madya Distanbunhut Badung)