Loading...

MENTERI PERTANIAN SERAHKAN BANTUAN VARIETAS UNGGUL BARU PADI SAWAH DI PARIAMAN

MENTERI PERTANIAN SERAHKAN BANTUAN VARIETAS UNGGUL BARU  PADI SAWAH DI PARIAMAN
Dalam rangkaian kunjungan ke Sumatera Barat, setelah membuka Gelar Pangan Nusantara di Padang dan Rapat Koordinasi Upsus Pajale, Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, MP., menyempatkan diri menyerahkan bantuan benih Varietas Unggul Baru (VUB) padi sawah yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian kepada 3 (tiga) Kelompok tani Penangkar Benih di Desa Cubadak Air Utara Pariaman Utara Kota Pariaman Sumatera Barat, baru-baru ini. Pada kunjungan tersebut juga dilakukan pencanangan tanam penangkaran benih kegiatan pengembangan Seribu Desa Mandiri Benih tahun 2015 serta peresmian gudang dan lantai jemur kelompok penangkar benih Sawah Laweh.Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyatakan bahwa benih merupakan komponen yang sangat penting dalam budidaya padi sawah. Dengan benih unggul dan bermutu diperoleh hasil yang tinggi. Dijelaskan oleh Mentan bahwa varietas yang diserahkan mempunyai potensi hasil 3 ton lebih tinggi dari rata-rata produkivitas padi sawah yang dicapai saat ini. "Dengan pekerjaan yang sama, modal dan lama waktu yang sama, bisa dihasilkan padi lebih dari 2 kali lipat. Jika ini diadopsi oleh petani, maka swasembada padi sawah akan mudah dicapai, apalagi bila diterapkan dengan Sistem Tanam Jajar Legowo dan pemupukan sesuai dengan rekomendasi", ungkap Pak Menteri.Pada kesempatan tersebut Bapak Menteri juga mengajak semua pihak untuk bekerja keras, jujur, disiplin, berdo'a dan tawakal. "Hanya kerja keras yang bisa menyelesaikan masalah. Kota Pariaman diharapkan dapat mencapai target peningkatan produktivitas padi sawah 5 persen pada tahun ini sehingga jatah anggaran bisa dilanjutkan tahun 2016. Anggaran telah didrop ke daerah-daerah dengan jumlah yang berlipat ganda, tidak ada alasan untuk tidak mencapai target yang telah disepakati. Jika target tidak tercapai itu pertanda pemerintah setempat tidak bekerja, bantuan tahun 2016 distop dan dialihkan kepada daerah yang mampu" tegas Mentan.Mentan juga menyatakan bahwa impor beras harus distop karena hanya memperkaya petani negara lain, namun petani harus memperkuat diri agar bisa bersaing. Disampaikan juga oleh Mentan bahwa Kota Pariaman merupakan kabupaten/kota ke 301 yang dikunjunginya selama sepuluh bulan masa jabatannya sebagai Menteri Pertanian. Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar yang juga Pelasana Harian Gubernur Sumbar, Dr. Ali Asmar, Walikota Pariaman, Drs. Mukhlis R., MM, Kepala BPTP Sumbar, Dr. Hardiyanto, M.Sc., SKPD terkait tingkat provinsi dan kota, penyuluh, dan petani. Akhirnya Pak Menteri meminta BPTP Sumbar untuk mengawal perbanyakan benih yang diserahkan.?(Rifda Roswita)