Loading...

MESIN PENANAM PADI (RICE TRANSPLANTER )

MESIN PENANAM PADI  (RICE TRANSPLANTER )
Dalam budidaya tanaman padi sawah pada saat ini, salah satu kendala yang dihadapi petani adalah kurangnya tenaga kerja dibidang pertanian( buruh pertanian).hal ini berimbas pada jadwal tanam yang mundur atau tidak sesuai dengan kalender tanam yang dijadwalkan oleh pemerintah.selain kendala tersebut cara penanamanpadi sawah dengan tenaga manusia cenderung memerlukan waktu yang lebih lama dan biaya yang lebih mahal.hal ini tentunya akan menambah biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani. Untuk mengatasi kendala tersebut ,saat ini beberapa produsen alat dan mesin pertanian mengeluarkan produk berupa alat tanam padi dengan mesin atau Rice Transplanter.Di Negara -maju Rice Transplanter ini sudah lama di pergunakan oleh petani.sehingga dapat menghemat waktu dan biaya produksi pertanian. PERBANDINGAN PENANAMAN PADI SAWAH DENGAN MENGGUNAKAN TENAGA MANUSIA DAN RICE TRANSPLANTER TENAGA MANUSIA1. Dapat melakukan penanaman dibebgi tempat,termasuk lahan yang sempit dan terasering2. Biaya produksi lebih tinggi (dengan menghitung tambahan biaya konsumsi dll)3. Waktu penanaman lebih lama4. Pekerja tanam cenderung menyukai penanaman benih tua karena relative lebih mudah.5. Benih padi seringkali menglami masa dormasi(layu) setelah penanaman karena kecenderungan memotong benih pada saat tanam6. Jumlah benih sering tidk beraturan RICE TRASLANTER1. Efektif digunakan pada lahan yang luas dan kontur yang rata2. Biaya produksi lebih rendah karena menggunakan tenaga kerja yang lebih sedikit3. Dapat mempercepat waktu penanaman sampai 70 % disbanding tenaga manusia4. Dapat menanam benih muda dengan baik.5. Benih tidak mengalami masa dormasi karena tidak adanya pemotongan daun .6. Jumlh benih dapat diatur sesuai kebutuhan. Dengan keunggulan yang dimilikinya maka diharapkan Rice Transplanter ini dapat menjadi solusi dari kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian.Dan Dengan menggunakan Rice Transplanter ini akan dapat menekan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani dan juga dapat mendukung program pemerintah dalam upaya swasembada beras. ( Penulis ANGGUN BAYU AJI – THL-TBPP BP3K KEC. KALIBAGOR KAB. BANYUMAS )