Keong mas merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi. Keong mas biasanya menyerang padi saat masa vegetatif, yakni pada umur kurang dari 30 HST. Keong ini menyerang batang padi yang masih muda dengan cara memakannya. Tak selamanya merugikan, ternyata kehadiran keong mas juga mampu memberi keuntungan tersendiri bagi petani. Salah satunya adalah dengan mengolah keong mas menjadi Mikro Organisme Lokal (MOL). Mol keong mas mengandung auksin yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman. Selain itu keong mas juga mengandung protein, azospirilliam, staphylococcus, pseudomona, azobacter, mikroba pelarut phospat hingga enzim yang mempunyai segudang manfaat untuk tanaman budidaya. MOL Keong Mas Bahan : • Keong mas yang masih hidup (segar) 5 kg • Gula merah 1 kg atau buah Maja yang telah matang 2 buah, jika tidak ada dapat diganti dengan cairan tebu 1 liter • Air kelapa 10 liter Cara Membuat : 1. Keong mas ditumbuk hingga halus dan masukkan ke dalam tong sampah 2. Campurkan dengan gula merah atau buah maja yang sudah dihaluskan atau air tebu. 3. Masukkan air kelapa dan aduk sampai merata 4. Kemudian tutup rapat dengan plastik dan berikan slang plastik sambungan pada botol yang telah berisi air 5. Biarkan selama 15 hari Cara Aplikasi : Pengomposan: cairan/ekstrak (MOL) keong mas dicampur air dengan konsentrasi 1 : 5 (artinya 1 liter cairan MOL dicampur dengan 5 liter air, kemudian tambahkan 1 ons gula merah aduk hinggarata dan siramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan Penggunaan sebagai pupuk hayati : semprotkan pada tananam dengan konsentrasi larutan 400 cc dicampur dengan air sebanyak 14 liter. Pada tanaman padi, sejak fase vegetatif hingga generatif pasca tanam yaitu hari ke 10, 20, 30 dan 40.Semprotkan pada pagi/sore hari, hindari penyemprotan pada siang hari. (Gugun Aditia Pratama, SP) Sumber : https://jambi.litbang.pertanian.go.id/ind/images/INFOTEK/MARET/MOL_OK.pdf http://8villages.com/full/petani/article/id/5b5317c94ac8c578706b1cca