Loading...

MIMBAR SARASEHAN KAB. SIGI 2015

MIMBAR SARASEHAN KAB. SIGI 2015
Mimbar sarasehan adalah temu konsultasi antara pelaku utama dan pelaku usaha dengan para pengambil kebijakan guna membuat komitmen dengan menyelenggarakan program pertanian yang memberi keuntungan bagi semua pihak (Dalam Peraturan Menteri Pertanian No.52/2009).Acara ini dilaksanakan pada hari selasa, 03 November 2015 di "Pondok Qiki" desa Kotapulu Kecamatan Dolo dengan mengusung tema " Melalui Mimbar Sarasehan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kita Tingkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Pertanian untuk Terwujudya Peningkatan Produksi Pangan di Kab. Sigi". Dengan menghadirkan 75 orang peserta. Dihadiri pula oleh Bupati Sigi, Kepala BPTP Propinsi Sulteng, Kepala Sekretariat Bakorluh P2K Provinsi Sulteng, Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kab. Sigi dan Kepala BP4K Kab. Sigi. Dalam hal ini Bupati Sigi memberikan sambutan sekaligus mengukuhkan pengurus KTNA Kab. Sigi untuk masa bhakti 2015 – 2020. Bupati Sigi menyampaikan Salah satu perhatian pemerintah Kab. Sigi selama ini sangat mendukung program-program yang dilaksanakan bagi pertanian itu sendiri maupun BP4K. Kebijakan yang kami lakukan pada petani yang ada di Kab. Sigi untuk mendapatkan fasilitas (Alsintan dan sebagainya) bisa diserahkan kalau kelompoktaninya sudah resmi di SK kan oleh Bupati, mengapa seperti itu/?, karena kami tidak mau seperti yang sebelumnya karena mendengar ada bantuan dari pemerintah maka beramai-ramai membentuk kelompok baru (dadakan). Bupati Sigi mengharapkan dengan bantuan itu dapat di manfaatkan dengan baik sehingga produktifitas pelaku utama bisa meningkat.Berdasarkan hasil evaluasi masih banyak kendala yang kita hadapi, seperti masih ada lahan-lahan yang sesungguhnya masih produktif tapi tidak terolah dengan baik, dan hilangnya hasil produksi sekitar 20 % setelah panen serta tak kalah pentingnya kualitas dari hasil produksi tersebut, agar pemasarannya bisa keluar daerah. Hal ini merupakan PR kita bersama.Sebagus apapun program dari pemerintah tanpa dukungan dari bapak/ibu sebagai pelaku utama, tidak akan tercapai. Semoga apa yang