MODEL PENDEKATAN PENYULUHAN GROUP DALAM PERTANIAN KONSERVASI (PK)
Ada banyak cara yang dilakukan untuk mengembangkan pertanian konservasi atau PK. Pertanian konservasi adalah sebuah inovasi teknologi baru yang sementara ini dikembangkan oleh FAO. Secara teori dalam penyuluhan pertanian bila sebuah inovasi akan mampu diterapkan oleh petani maka teknologi atau inovasi baru tersebut sudah memasuki tahap diffusi.Metode adalah cara penyampaian suatu materi kepada sasaran melalui media tertentu agar materi tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan teknik adalah keputusan-keputusan yang dibuat penyampai atau sumber dalam memilih dan menata simbol beserta isi pesan, penentuan cara dan frekuensi pesan serta menentukan bentuk penyajian.Tujuan dalam pemilihan metode penyuluhan adalah agar penyuluh dalam melakukan penyuluhan berhasil guna serta perubahan yang dikehendaki penyuluh dapat berdaya guna. Tanpa pemilihan metode yang tepat, maka penyuluhan akan kurang berarti bahkan dapat gagal dalam melakukan perubahan pada sasaran.Contoh = Metode Anjangsana Individu kita pakai metode ceramah. Dalam penyuluhan tujuan yang ingin dicapai adalah agar sasaran dapat bertani lebih baik (better farming), bertani yang menguntungkan (better business), hidup lebih sejahtera (better living), membentuk masyarakat yang lebih sejahtera (better comunity) dan lingkungan yang terjamin kelestariannya (better environment). Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diperhatikan pendekatan yang tepat berkaitan dengan indera manusia.Pendekatan penyuluhan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara, ada sedikit perubahan dalam melakukan penyuluhan di tingkat petani yaitu dengan melakukan pendekatan penyuluhan group. Apa yang yang dilakukan baru oleh beberapa BPP yang ada tetapi ini patut menjadi perhatian kita bersama. Penyuluhan group adalah sebuah gerakan penyuluhan yang dilakukan secara bersama-sama (kelompok) oleh para penyuluh di tingkat petani atau kelompok tani dengan melibatkan seluruh PPL dalam satu wilayah Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP di kecamatan dengan jadwal yang ada. Semua PPL secara bersama-sama melakukan kunjungan ke kelompok atau petani. MENGAPA PENYULUHAN GROUP? Model pendekatan penyuluhan yang lasim dilakukan selama ini adalah bahwa setiap PPL akan melakukan penyuluhan secara perorangan pada kelompok atau petani. Pendekatan ini memang lasim dilakukan tetapi dalam beberapa hal perlu dilakukan dengan pendekatan baru. Berbicara tentang pertanian konservasi adalah sebuah konsep yang luas, dibutuhkan pemahaman teoritis dan pemahaman praktek. Dalam pemahaman teoritis dan pemahaman praktek ini maka pendekatan pertanian konservasi perlu pendekatan group di dalam penyuluhan. Secara teori seorang penyuluh dalam melakukan penyuluhan membutuhkan beberapa teman atau orang lain untuk membantu memberikan pemahaman tentang Pertanian Konservasi. Dalam tataran ini maka pendekatan penyuluhan group sangat membantu. Bila kita melakukan penyuluhan tentang pertanian konservasi maka kita berharap petani harus menerapkan teknologi tersebut, maka pemahaman yang harus diberikan harus komplit mulai dari teori dan praktek sehingga pendekatan penyuluhan group sangat membantu sekali. Setiap tahap pertanian konservasi membutuhkan pemahaman tersendiri, bagaimana memberikan pemahaman tentang konsep pertanian konservasi secara umum sampai bagaimana membangun pemahaman tentang olah lubang, olah jalur, mulsa, rotasi tanaman dan jarak tanam. MENYIASATI KETERBATASAN SKILL Satu hal yang menjadi perhatian adalah keterbatasan skill penyuluhan, ini memang harus diakui, masih banyak penyuluh yang memiliki skill yang terbatas, sementara pemahaman tentang konsep teori dan praktek pertanian konservasi begitu luas. Pertanian Konservasi merupakan sebuah teknik budidaya yang kompleks baik menyangkut budidaya dan bagaimana mempertahankan kelestarian lahan serta lingkungan. Oleh karena itu membutuhkan waktu dan kemampuan lebih untuk memahami secara utuh pertanian konservasi sebagai sebuah teknik budidaya pertanian yang membantu meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga kelestarian lahan. Untuk menyiasati keterbatasan tersebut maka konsep penyuluhan group sangat memungkinkan di dalam pendekatan penyuluhan tentang pertanian konservasi. Dalam konsep ini, maka saling mengisi antar PPL atau penyuluh sangat dimungkinkan. Ketika penyuluh satu punya keterbatasan praktek maka akan diisi oleh penyuluh lain dalam group tersebut dalam sebuah kegiatan penyuluhan pertanian konservasi. Dengan demikian bekerja dalam penyuluhan group akan sangat membantu untuk mengatasi keterbatasan skil tersebut. Hal lain yang menarik adalah secara psikologis akan membangun kepercayaan diri PPL dalam melakukan penyuluhan karena kegiatan penyuluhan dilakukan secara bersama-sama. Keuntungan bagi petani adalah mereka akan lebih dapat memahami secara untuk konsep yang ditawarkan karena memiliki beberapa penytuluh yang punya pemahaman dan saling mengisi di dalam melakukan penyuluhan. Kita berharap bahwa pertanian konservasi sebagai sebuah teknologi pertanian bisa diterapkan oleh petani secara utuh sesuai dengan prinsip pertanian konservasi itu sendiri. Sukses...!!! Oleh: CHAIREL MALELAK,SP,M.Si Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara