Ternak ruminansia merupakan ternak yang efisien dalam pemanfaatan pakan. Ruminansia mampu memanfaatkan pakan dengan kualitas rendah dan kandungan serat kasar tinggi. Disamping itu juga, mampu membuat protein sendiri didalam tubuh dari NPN yang dihasilkan dari sumber N pakan. Akan tetapi, ruminansia cenderung boros energy, karena sekitar 7-8% hasil metabolism berbentuk methan harus dibuang dari dalam tubuh. Kelebihan methan dapat mengakibatkan kembung atau bloat atau timpani.Bahan pakan ternak ruminansia adalah semua asupan yang bisa dimakan oleh hewan ternak dan tidak menggaggu kesehatannya. Sementara pengertian pakan sendiri adalah segala sesuatu yang bisa kita berikan sebagai sumber energi dan mengandung zat – zat gizi. Istilah pakan juga sering diganti dengan bahan baku pakan.Pakan yang akan kita diberikan untuk ternak juga harus disesuaikan dengan umur dan juga kondisi hewan ternak. Pakan harus memenuhi tingkat protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Pakan juga harus tidak beracun, mudah dicerna, murah dan mudah didapat, dan disukai oleh hewan ternak.Pakan ternak ruminansia khususnya hijauan mengandung serat kasar yang tinggi. Contohnya pada rumput gajah, kandungan ligninnya tinggi, akan tetapi mempunyai kandungan selulosa dan hemiselulosa yang dapat dicerna oleh ternak sapi menjadi energi.Ternak ruminansia membutuhkan serat kasar, jika kebutuhan serat kasar pada ternak ruminansia tidak tercukupi maka akan mengakibatkan: (1) Konsumsi pakan menjadi menurun; (2) Terjadi pergeseran abomasum atau displaced abomasum; (3) Rumen mengalami luka; dan (4) Turunnya kadar lemak susu pada ternak sapi perah. Nutrien dalam tubuh ternak ruminansia yang berperan penting bagi kelangsungan hidup ternak ruminansia adalah karbohidrat, protein dan lemak. Nutrien mengalami metabolisme didalam rumen dan terjadi pada mikroba rumen. Sedangkan metabolisme pada jaringan dan organ berfungsi untuk menghasilkan produk ternak seperti daging dan susu.Pada umumnya para peternak sapi akan memberikan rumput dari hijauan sebagai pakan ternak yang paling utama. Sebaiknya kita imbangi dengan pakan sapi dari hasil fermentasi. Pakan tambahan yang berasal dari bahan konsentrat karena kebutuhan pakan sapi bisa membantu dan juga menambah gizi serta kandungan nutrisi yang diperlukan oleh sapi.Jenis pakan sapi dari rumput yang baik untuk sapi adalah :1. Rumput lapangan2. Rumput tanaman3. Benggala4. Tuton5. Grinting6. Kolonjono7. Daun lehuminousBagi setiap peternak tentu akan mengharapkan jika hewan ternaknya akan tumbuh subur, gemuk dan sehat. Disamping itu juga para peternak mengharapkan hewan ternaknya berkualitas. Hal ini juga dipengaruhi oleh kualitas bahan pakan yang diberikan dengan mempertimbangkan nilai atau segi ekonomis.Pakan ternak ruminansia yang baik adalah jenis pakan yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisinya serta mudah dicerna. Ternak ruminansia melalui beberapa tahap pencernaan sehingga harus dapat diciptakan pakan yang mudah dicerna namun nutrisinya harus tetap bagus sesuai dengan kebutuhannya.Secara garis besar, pencernaan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:1. Pencernaan MekanikPencernaan mekanik merupakan pencernaan mengubah pakan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau sederhana. Pencernaan mekanik dilakukan dimulut dengan bantuan gigi. Dalam pencernaan mekanik ada beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut adalah: (1) Prehension yaitu proses pengambilan pakan, misalnya ternak sapi menggunakan bantuan lidah; (2) Mastikasi yaitu proses pengunyahan pakan, dengan tujuan untuk memperkecil volume pakan; (3) Salivasi yaitu proses membasahi pakan dengan saliva; dan (4) Deglutisi yaitu proses penelanan pakan. Ternak sapi merupakan ternak memamah biak, pakan yang telah dimakan akibat dari gerakan bolus pakan maka pakan dimuntahkan kembali kemulut untuk dilakukan remastikasi, reensalivasi dan redeglutisi.2. Pencernaan FermentatifPencernaan fermentatif merupakan pencernaan yang menghasilkan produk yang jauh berbeda dengan senyawa asal. Pencernaan ini membutuhkan bantuan atau peran dari mikroba. Contohnya adalah protein setelah mengalami fermentasi berubah menjadi ammonia.3. Pencernaan HidrolitikPencernaan hidrolitik merupakan pencernaan untuk menguraikan senyawa yang lebih kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pencernaan ini umumnya dibantu oleh peran enzim. Contohnya adalah protein dirubah menjadi asam amino dan lemak dirubah menjadi gliserol dan asam lemak. Penulis : Ruth C. Panjautan, S.Pt (PPL THL-TB Propinsi Sumatera Utara WKPP Amplas Kec. Percut Sei Tuan) Sumber : https://www.pakanternakinstan.com/bahan-pakan-ternak-ruminansia/http://www.ilmupeternakan.com/2009/05/pencernaan-pakan-pada-ternak-ruminansia.html