Pengembangan kawasan bawang merah pada daerah yang Indek Pertanaman (IP) masih 200 diharapkan akan membawa dampak positif terhadap sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang ada pada daerah tersebut. Desa jogoresan yang terletak di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo merupakan desa yang lahan sawahnya sangat luas dan potensial untuk pengembangan tanaman hortikultura dan tanaman pangan seperti bawangmerah, berbagai jenis cabai, melon, semangka, jagung,kedelai dan padi. Padatahun 2018 MT III luas tanaman bawang merah 1,2 Ha, Cabai 6 Ha, semangka 4 Ha, Melon 21 Ha, jagung 6,1 Ha, kedelai 4 Ha, dan tanaman padi seluas 2 Ha. Kelompo Tani Muawanah merupakan salah satu kelompoktani yang ada di Jogoresan yang mengembangkan tanaman bawangmerah yang mendapatkan bantuan dari Kegiatan pengembangan kawasan bawang merah APBD I 2018.Jumlah petani yang menanam bawang merah masing-masing petani dengan luasan yang beragam antara 0,08 – 0,32 Ha.kegiatanTanam bawang merah dilaksanakan tanggal 8 Agustus 2018 sampai dengan 14 Agustus 2018. Antusias petani yang tinggi akan keberhasilan membuat anggota kelompok bersemangat dalam melaksanakan kegiatan usahatani, walaupun keterbatasan kepemilikan lahan sekalipun dengan didukung pemerintah desa menyediakan lahan bengkok kepala desa untuk mengelompokan lokasi tanam. Keuntungan lokasi tanam yang mengelompok yang sangat menguntungkan petani adalah mudah nyauntuk berkoordinasi dan pengendalian masalah organisme pengganggu tanaman. System tanam yang digunakan petani dikelompok menganut petani bawang merah yang ada di daerah Srikayangan wates Kulon progo, pengolahan tanah dilakuan dengan hand traktor type rotary, kemudian dibentuk bedengan dengan ukuran lebar antara 80-100 cm dan panjang separoh panjang lahan, tinggi bedengan 20 cm. Penanaman dilakukan dengan mengocor/membasahi lahan sampai kapasitas lapang agar air bisa meresap keseluruh permukaan bedengan. Jarak tanam yang digunakan 15 x 15 cm. Penyiraman tanaman dilakukan sehari dua kali pada lima hari pertama untuk mempertahankan kondisi bedengan agar tidak terlalu kering,penyiraman selanjutnya dilakukan satu kali sehari pada pagi hari. Pemupukan rata-rata petani menggunakan pupuk organic granul dan NPK 15:15:15 untuk pupuk susulan ditambah pupuk fertiphos. Kendala utama yang dihadapi petani adalah pengendalian hama ulat bawang, penanganan petani sudah melakukannya dengan mekanis,pestisida hayati dan insektisida kimia. Panen dilakukan pada umur 60 hst untuk konsumsi dan petani menyisakan beberapa bedeng untuk digunakan sebagai benih. Hasil ubinan rata-rata provitas untuk varietas Bima Brebes 16,72 Ton/Ha basah, dan untuk varietas Tajuk 23,68 Ton/Ha basah. Melihat dari provitas dari kedua varietas ternyatav arietas mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai komoditi unggulan.Oleh ; Legiri. THL-TBPPBPP Kecamatan Purwodadi DINPPKP Kab.Purworejo