Loading...

Panen dan Pasca Panen

Panen dan Pasca Panen
Panen merupakan rangkaian kegiatan yang ditunggu tunggu dalam keberhasilan berusaha tani. Panen bertujuan untuk memetik hasil bunga melati sesuai dengan kualitas dan spesifikasi melati yang diminta pasar atau konsumen. Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup/setengah mekar. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan). Bunga melati dipanen yang diperlukan untuk komersial seperti roncean dan pewangi teh, dipetik pada stadia kuncup penuh, kriteria bunga stadia kuncup penuh yaitu apa bila kuncup bungan tersebut berwarna putih merata dan apabila di petik pada pagi hari, maka pada sore harinya sudah terbuka sempurna. Hasil panen bunga melati biasanya produksinya selalu berfluktuasi ini disebabkan ketergantungan dari musim maupun umur tanaman yang tidak merata. Untuk produksi varietas J sambac dengan umur 1- 2 tahun diperkirakan berproduksi sekitar 10 – 35 kg/ha/hari. Pola produksi bunga melati dapat diatur berdasarkan daftar jadwal pembungaan yang dikehendaki. Caranya yaitu dengan melakukan penggunaan Zat Pengetur Tumbuhan pada waktu mengkombinasikan saat melakukan pemangkasan, pembentukan kanopi dan pemupukan dengan dosis berdasarkan umur tanaman. Alat dan bahan untuk panen adalah keranjang (plastik atau kayu) dan wadah lainnya bla lagi panen raya. Cara melakukan panen : · Melakukan penjadwalan pemanenan, tanaman melati yang masih produktif biasanya bisa dipanen setiap hari. · Melakukan pengecekan blok tanaman yang dapat dipanen bunganya serta membuat rencana persiapan panen. · Usahakan waktu panen cuaca terang, melakukan panen dengan cara memetik langsung secara manual bunga yang sudah mekar (maksimal) dan masih kuncup (setengah mekar) · Masukkan bunga ke dalam keranjang. Ukuran keranjang disesuaikan dengan jumlah bunga yang akan dipanen. Pada saat panen raya, dibutuhkan keranjang dengan ukuran yang lebih besar. · Simpan bunga melati diatas hamparan tampah untuk menjaga kesegaran bunga. · Upayakan bunga melati yang dipanen tidak rusak dan bila memiliki cold storage/pendingin simpan dengan suhu ruang udara 0 – 5oC. Selanjutnya lakukan pencatatan. Pasca Panen Pasca panen bertujuan untuk mendapatkan kualitas bunga melati sesuai dengan permintaan pasar atau konsumen. Alat dan bahan yang digunakan adalah; alas plastik, keranjang, ayakan, kipas angin, ember, gayung, selang air, timbangan, styrofoam, air, kertas koran, es batu dan blangko pencatatan. Prosedur pasca panen · Bunga melati yang sudah dipanen dihamparkan dalam tampah beralas di ruang pengumpulan. · Pertahankan kesegaran bunga melati selama proses berlangsung. · Sortasi dilakukan di rumah pengumpulan bunga melati · Grading biasanya dilakukan bila bunga melati yang dipanen akan diekspor, grading dilakukan berdasarkan ukuran kuntum · Pendingin awal dengan melakukan perendaman air es, biasanya dilakukan oleh pedagang pengumpul · Melati tersebut dikemas dengan menggunakan plastik Prosedur kerja pasca panen · Mempersiapkan rencana pelaksanaan penanganan pasca panen · Menghindari bunga melati yang sudah dipanen berada di tempat terbuka, untuk menghidari bunga melati menjadi cepat layu · Sortasi dan grading dilakukan secara bersamaan yaitu di rumah pengumpulan. Sortasi dilakukan dengan cara bunga melati dihamparkan kemudian dilakukan pemisahan bunga mekar, daun dan bila tajuk bunga dilepas. · Grading dilakukan untuk menggolongkan ukuran kuntum bunga, biasanya dilakukan untuk ekspor. Untuk melati jenis J sambac untuk ekspor memiliki standar panjang kuntum lebih dari 120 mm, diameter kuntum lebih dari 7,5 mm dengan berat tiap 100 kuntum lebih dari 15 gram. · Pendinginan awal (pre cooling), pendingin awal dengan melakukan perendaman air es. · Pengemasan melati dilakukan dengan membungkus menggunakan plastik sebagai primer dan styrofoam kemasan sekundernya. Cara mengemas (es – melati yang dikemas dengan plastik-es – elati yang dikemas plastik dan seterusnya dengan yang paling atas es) Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti ; SOP Panen MelatiGambar. Rangga Pand Asmara jingga www.antaranews.com