Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN CABE

PANEN DAN PASCA PANEN CABE
PANEN DAN PASCA PANEN CABEOleh Apit Mardiyono, SPBPP Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah A. PANENCiri-ciri cabe yang akan dipanen :1. Ukuran sudah maximal (besarnya,bobot,bentuk padat dan berisi2. Warna3. Warna tepat merah menyala(cabemerah) dengan 4. Sedikit garis hitam ( 80 % - 90 % MASAK ) Umur panen cabai pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu varietas, lokasi tempat penanaman, dan kombinasi pemupukan yang digunakan Cara Panen• Cabai dipetik dengan menyertakan tangkai buahnya. Cabai yang dipanen tanpa menyertakan tangkainya akan lebih cepat dan mengurangi bobot hasil panen.• Pemanenan biasanya dilakukan sekaligus antara cabai yang masak penuh dengan cabai yang 80-90% masak dalam satu wadah.• Cabai yang terserang penyakit harus ditempatkan dalam wadah tersendiri sehingga pada saat panen diperlukan dua wadah. • Waktu panen yang baik pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal sebagai hasil penimbunan zat-zat makanan pada malam harinya dan belum banyak mengalami penguapan. Periode Panen• Cabai biasanya dipanen setiap 2-3 hari sekali, tergantung kondisi pasar dan luas penanaman.• Masa panen cabai berkisar antara 2-3 bulan setelah pemanenan pertama. B. PASCA PANEN Pengumpulan• Hasil panen dikumpulkan dalam wadah setelah dipetik.• Kemudian dikumpulkan di tempat yang sejuk/teduh sehingga cabai tetap segar. Setelah dikumpulkan kemudian disortir. Penyortiran dan Penggolongan• Sebagian besar petani lebih suka menyortir buah cabai setelah semua buah dipetik dan ditampung dalam suatu tempat. • Agar memperoleh harga yang lebih tinggi maka perlu dilakukan penyortiran berdasarkan kelas / mutu. Penyimpanan• Penyimpanan dapat dilakukan dengan cara hipobarik, yaitu cara penyimpanan cabai dalam ruang dengan kondisi udara tertentu. Penyimpanan hipobarik tidak mengurangi kerenyahan buah cabai, tidak mengubah warna buah, tidak mengurangi mutu buah, • Tempat penyimpanan hipobarik merupakan suatu ruangan yang tekanan, suhu, dan kelembaban udaranya dapat dikontrol. Untuk menyimpan cabai, tekanan udara antara 4-400 mm Hg, suhu udara antara 2-15oC dan kelembaban antara 90-95%. Pengemasan dan Pengangkutan• Pengemasan bertujuan untuk melindungi buah cabai dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Kemasan dapat dibuat dari berbagai bahan. Demikian juga bentuknya dapat disesuaikan dengan selera produsen. • Setelah dikemas cabai diangkut dengan alat trasportasi baik tradisional maupun dengan alat trasportasi modern Pengeringan• Mengeringkan cabai ada dua cara, yaitu dengan bantuan sinar matahari atau dengan alat pengering.• Sebelum dikeringkan,cabai dipilih yang bagus dan sehat kemudian dibuang tangkainya dan dicuci sampai bersih. Cabai dibelah dan dimasukkan dalam air panas 90 derajat C (blanching) yang di campur dengan larutan kalium metabisulfat 0,2% (setiap 2 gram bahan dicampur 1 liter air) selama 6 menit. Selanjutnya ditiriskan di rak-rak bambu yang dipanaskan dibawah sinar matahari selama 7-10 hari. Sumber :1. Cahyono, B. 1999. Usaha Tani dan Penanganan pasca Panen. Yogyakarta. Kanisius2. Winarno, F.G. 1981. Fisiologi Lepas Panen. Jakarta. Sastra Hudaya3. Zulkarnain. 2014. Dasar-Dasar Hortikultura. Jakarta. Bumi Aksara