Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN NANAS

PANEN DAN PASCA PANEN NANAS
PanenPanen buah nanas dilakukan tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Bibit yang berasal dari mahkota berbuah pada umur 24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan, sedangkan tanaman yang berasal dari tunas akar dapat berbuah setelah berumur 12 bulan. Menurut Prihatman (2000), ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen adalah mahkota buah terbuka, tangkai buah mengkerut, mata buah lebih mendatar, besar dan bentuknya bulat, warna bagian dasar buah kuning, dan timbul aroma nanas yang harum dan khas. a) Cara PanenCara pemanenan dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam yang steril. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar buah tidak rusak dan memar. b) Periode PanenPemanenan buah nanas dilakukan bertahap sampai tiga kali. Panen pertama sekitar 25%, kedua 50%, dan ketiga 25% dari jumlah yang ada. Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan karena pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil. c) ProduksiPotensi produksi tanaman nanas yang dibudidayakan secara intensif dapat mencapai 60-70 ton/hektar. Pada umumnya rata-rata 20-25 ton/hektar, tergantung jenis nanas, sistem penanaman dan pemeliharaannya.PascapanenBuah nanas termasuk komoditas yang mudah rusak, susut dan cepat busuk. Oleh karena itu, setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang memadai (Prihatman, 2000). a) PengumpulanSetelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan hasil atau gudang sortasi. Pengumpulan hasil harus dilakukan sebaik mungkin agar tidak terjadi kerusakan buah. b) Penyortiran dan PenggolonganKegiatan sortasi dilakukan dengan memisahkan buah yang rusak, memar, busuk, atau mentah secara terpisah kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam, jenis maupun tingkat kematangannya. c) PenyimpananPenyimpanan dilakukan untuk mengumpulkan buah nanas sebelum diangkut ke pasaran. Buah nanas biasanya disimpan dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 50C. Hal yang harus diperhatikan adalah cara penyimpanan, tempat pe-nyimpanan, dan berapa lama waktu maksimal untuk menyimpanan. d) Pengemasan dan PengangkutanKegiatan pengemasan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah. Jenis kemasan sangat mempengaruhi kualitas nanas. Pengangkutan di-mulai dengan menyusun nanas yang sudah dikemas secara teratur pada alat pengangkutan. Hal yang menentukan adalah jenis kemasan, teknik pengemasan, ukuran kemasan, teknik pengangkutan, dan alat angkut yang digunakan. PemasaranApabila potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimum, nanas dapat dijadikan buah andalan, baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri yang akan terkait dengan pendapatan pelaku-pelaku agribisnis nanas. Permintaan produksi nanas dari waktu ke waktu terus meningkat. Pasar mempersyaratkan kualitas, jenis nanas, dan pengemasan produk yang baik. Hal yang harus diper-hatikan adalah jumlah produksi dan daya serap pasar.