Loading...

PANEN DAN PASCAPANEN JAMUR MERANG SEGAR

PANEN DAN PASCAPANEN JAMUR MERANG SEGAR
Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu jenis jamur yang dibudidayakan dengan media kompos/jerami padi dan mempunyai sifat perishable (mudah rusak) seperti jenis jamur lainnya. Panen dan pasca panen harus dilakukan dengan baik dan benar atau Good Handling Practices (GHP), yaitu merupakan salah satu persyaratan yang harus dilakukan dan dipenuhi dalam penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan. Cara Panen Jamur Merang Jamur merang dipanen jika badan buah jamur sudah sebesar telur puyuh hingga sebesar telur ayam dan belum mekar, karena kondisi tersebut disukai konsumen. Cara panen akan mempengaruhi mutu jamur merang, yaitu pemetikan dilakukan dengan memutus bagian pangkal tubuh buah jamur dengan menggunakan ujung ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah.Pangkal buah jamur ditinggalkan sedikit di atas media dan pada saat memetik, ketiga jari tangan tidak boleh menekan atau seperti meremas jamur yang akan dipetik dan usahakan jari manis dan jari kelingking tidak menyentuh media yang tumbuh jamur yang masih kecil-kecil. Jamur hasil panen jangan disimpan dalam lemari es karena bisa meleleh. Cukup diletakkan pada keranjang yang berlubang dan bersih, lalu diangin-anginkan tetapi tidak terkena sinar matahari langsung agar tidak mengalami perubahan fisik maupun kimia. Pasca Panen Jamur MerangJamur merang setelah dipanen harus segera dilakukan kegiatan-kegiatan berikut: sortasi, pembersihan, grading, penimbangan, pengemasan dan pelabelan, serta penyimpanan. 1. Sortasi, dilakukan untuk memisahkan jamur merang dari kotoran-kotoran yang terbawa pada saat panen, seperti tanah, pasir, kerikil, daun dan lain-lain. Biasanya dilakukan bersamaan panen untuk menjaga jamur tiram tetap segar. Lalu jamur yang sudah bersih dipisahkan antara yang super dengan yang tidak super (Bs) untuk memudahkan dalam pemasaran. 2. Pembersihan, jamur merang dibersihkan dari kotoran yang menempel pada bagian akar dan buah jamur, agar daya simpan akan lebih lama. Pembersihan dengan cara memotong akar dan pangkal tangkai dengan menggunakan pisau tajam dan bersih. Lalu kotoran, spora, dan air media yang menempel pada permukaan tubuh buah jamur dibersihkan. Pembersihan tidak boleh menggunakan air. 3. Grading, jamur merang dilakukan grading/pengelompokan berdasarkan kualitas sebagai berikut: 1) Grade A dengan bentuk bulat telur dan keras, garis tengah 1,5 - 2 cm, bobot tubuh buah 7 – 10 gram, warna putih bersih atau keabu-abuan, tidak ada kotoran, selaput utuh, belum mekar, dan tidak cacat; 2) Grade B dengan bentuk bulat telur dan keras, garis tengah 1 – 1,5 cm, bobot tubuh buah 4 - 7 gram, warna putih bersih, keabu-abuan, ada kotoran, selaput utuh, belum mekar, dan tidak cacat; 3) Grade C dengan bentuk bulat telur dan kurang keras, garis tengah kurang 1 cm, bobot tubuh buah kurang dari 4 gram, warna putih bersih, keabu-abuan, ada kotoran, selaput utuh, belum mekar, dan tidak cacat. 4. Penimbangan dilakukan untuk mengetahui berat jamur merang sebelum dipasarkan sesuai dengan keinginan konsumen. 5. Pengemasan jamur merang dengan cara sebagai berikut: 1) Jamur merang yang akan dipasarkan langsung dapat dikemas dengan keranjang plastik yang berlubang dan ditutup dengan Koran atau daun pisang, serta jangan terkena langung sinar matahari dan benturan sehingga mengakibatkan rusak atau cepat mekar; 2) Dikemas dengan kain batis (cheese cloth) lalu disimpan dalam refrigerator pada suhu 150oC; 3) Dikemas dalam kotak Styrofoam yang bagian dasarnya diberi es; 4) Dikemas dalam peti kayu yang dindingnya dilapisi es yang dibungkus plastic, dan 5) Dikemas dalam keranjang bambu yang diberi dry ice yang dibungkus kertas. Cara pengemasan ini dapat mempertahankan kesegaran jamur merang hingga 4 – 5 hari. 6. Pelabelan dilakukan dengan menempel pada kemasan jamur merang bagian luar, untuk memudahkan identifikasi produk dan trace ability (daya telusur) demi keamanan pangan. Label tersebut dituliskan antara lain nama produk, tanggal pengemasan, manfaat produk, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih, dan cara penyimpanan. 7. Penyimpanan jamur merang segar tidak dianjurkan dalam kardus, karung atau tempat lain yang tertutup rapat. Cara penyimpanan jamur merang sebagai berikut: 1) Untuk konsumsi rumah tangga, penyimpanan jamur merang segar dimasukkan ruang pendingin dengan suhu kurang dari 10oC selama 24 jam. Cara ini dengan daya tahan mencapai 2 – 4 hari; atau 2) Penyimpanan dalam refrigerator pada suhu 150 oC yang hanya bertahan 3 – 4 hari. Selamat mencoba ! Penulis: Susilo Astuti Handayani (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi:1. Pedoman Teknologi Penanganan Pasca Panen Jamur. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011.2. Buku Saku Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.3. Buku Tahunan Hortikultura Seri: Tanaman Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.