Dalam upaya peningkatan produksi beras Nasional melalui Upaya Khusus Swasembada Pangan maka dilaksanakan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) di Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo. Adanya GPPTT Padi diharapkan dapat meningkatkan provitas dan produksi hasil panen, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Kulon Progo pada umumnya. Kegiatan bercocok tanam mulai dari pengolahan tanah sampai dengan panen, dengan menggunakan teknologi PTT, yaitu penanaman dengan sistem TAJARWO yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan produksi. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cermat agar tercapai keberhasilan serta diharapkan Swasembada beras dapat tercapai. Untuk mengetahui hasil kegiatan GPPTT Padi dan sebagai ajang untuk memotivasi dan apresiasi kelompok tani diwilayah kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo maka pada hari Jum'at tanggal 11 Desember 2015 bertempat di Kelompok Tani Sri Makmur dusun Donomerto, Desa Donomulyo Kecamatan Nanggulan Kabupaten kulon Progo mengadakan Panen Padi di kawasan GP PTT. Pada kesempatan tersebut hadir dari Irjen tanaman Pangan Kementrian Pertanian , Dirjen Perlindungan tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian DIY, BKPP DIY, UPTD BPTP DIY, Korem 072 Pamungkas Yogyakarta, Kodim 0731 Kabupaten Kulon Progo, Bupati Kulon Progo, Dinas Pertanaian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, Camat Nanggulan, Team Penyuluh BP3K Nanggulan (Penyuluh Pertanian, P3D tanaman Pangan dan Hortikultura, POPT Nanggulan serta THL TB PP Nanggulan), Kepala Desa se Kecamatan Nanggulan serta Kelompok tani seDesa Donomulyo. Hasil Ubinan yang dilakukan oleh Kelompok tani pada saat panen didapatkan hasil provitas rata - rata 10,20 Ton/Ha GKG sedangkan rata-rata provitas di kabupaten Kulon Progo adalah 6 Ton/Ha GKG sehingga hasil GPPTT di kelompok tani Sri Makmur Nanggulan masih lebih tinggi dibanding rata-rata Kabupaten. Teknologi PTT ini diharapkan dapat terus dilakukan oleh Petani karena terbukti memperoleh hasil yang lebih baik. Penulis : Suwarto THLTBPP Kec.Nanggulan