Loading...

PANEN PADI GP-PTT BERSAMA TNI DI KELOMPOK TANI ENJUNG SANGIANG, BULELENG

PANEN  PADI GP-PTT BERSAMA TNI DI KELOMPOK TANI ENJUNG SANGIANG, BULELENG
Hari Sabtu, tanggal 19 September 2015, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Banjar, bekerja sama dengan Koramil Banjar, melakukan panen GPPTT di lokasi pelaksanaan di Kelompok Tani Subak Enjung Sangiang Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Lokasi GPPTT berada dikawasan wisata Lovina, 15 km dari kota Kabupaten Buleleng, sekaligus dilakukan anjang sana bagi ibu-ibu para isteri TNI untuk bersama-sama menyaksikan kegiatan pendampingan para suami sebagai anggota TNI sebagai pendamping Pertanian. Hasil ubinan yang diperoleh, mencapai angka 11,4 ton gabah kering panen, adalah merupakan hal yang cukup mengembirakan bagi petani dilokasi kegiatan GPPTT. Pencarian ubinan disaksikan pula oleh anggota subak yang hadir serta sekaligus sebagai petani pelaksana. Ungkapan kelian subak/ketua kelompok tani Enjung Sangiang, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah memmbantu para petani dalam bantuan sarana produksi, baik berupa pupuk, benih, dan pestisida. Namun tantangan yang dihadapi semakin tahun semakin banyak, diantaranya adalah adanya kekeringan yang melanda pertanaman, menyebakan ada beberapa orang yang produksinya menurun akibat kurangnya air. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh seksi padi palawija, Made Danu SP, mengungkapkan agar budidaya yang dilakukan dengan sistim tanam jajar legowo dapat diterapkan dengan berkelanjutan, karena telah terbukti meningkatkan hasil panen padi. Komandan Rayon Meliter Kecamatan Banjar, Bapak Sabar mengatakan bahwa, dengan adanya pendampingan oleh TNI, petani akan selalu dekat dengan tentara, bukan berarti TNI menakut-nakuti petani. Tahun ini kami selalu siap apabila diperlukan dikelompok tani untuk mengawal, baik pupuk, bantuan tenaga bilamana ada kerusakan saluran air dan lain- sebagainya. Koordinator BPP Banjar, mengharapkan tahun ini walaupun ada masalah kekurangan air, namun demikian tetap terus berupaya untuk meningkatkan kwalitas pemberdayaan baik tegnologi maupun managemen usaha tani, sehingga pertanian lebih menguntungkan. ( I Nyoman Sudrana, SP) Hari Sabtu, tanggal 19 September 2015, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Banjar, bekerja sama dengan Koramil Banjar, melakukan panen GPPTT di lokasi pelaksanaan di Kelompok Tani Subak Enjung Sangiang Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Lokasi GPPTT berada dikawasan wisata Lovina, 15 km dari kota Kabupaten Buleleng, sekaligus dilakukan anjang sana bagi ibu-ibu para isteri TNI untuk bersama-sama menyaksikan kegiatan pendampingan para suami sebagai anggota TNI sebagai pendamping Pertanian. Hasil ubinan yang diperoleh, mencapai angka 11,4 ton gabah kering panen, adalah merupakan hal yang cukup mengembirakan bagi petani dilokasi kegiatan GPPTT. Pencarian ubinan disaksikan pula oleh anggota subak yang hadir serta sekaligus sebagai petani pelaksana. Ungkapan kelian subak/ketua kelompok tani Enjung Sangiang, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah memmbantu para petani dalam bantuan sarana produksi, baik berupa pupuk, benih, dan pestisida. Namun tantangan yang dihadapi semakin tahun semakin banyak, diantaranya adalah adanya kekeringan yang melanda pertanaman, menyebakan ada beberapa orang yang produksinya menurun akibat kurangnya air. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh seksi padi palawija, Made Danu SP, mengungkapkan agar budidaya yang dilakukan dengan sistim tanam jajar legowo dapat diterapkan dengan berkelanjutan, karena telah terbukti meningkatkan hasil panen padi. Komandan Rayon Meliter Kecamatan Banjar, Bapak Sabar mengatakan bahwa, dengan adanya pendampingan oleh TNI, petani akan selalu dekat dengan tentara, bukan berarti TNI menakut-nakuti petani. Tahun ini kami selalu siap apabila diperlukan dikelompok tani untuk mengawal, baik pupuk, bantuan tenaga bilamana ada kerusakan saluran air dan lain- sebagainya. Koordinator BPP Banjar, mengharapkan tahun ini walaupun ada masalah kekurangan air, namun demikian tetap terus berupaya untuk meningkatkan kwalitas pemberdayaan baik tegnologi maupun managemen usaha tani, sehingga pertanian lebih menguntungkan. ( I Nyoman Sudrana, SP) Hari Sabtu, tanggal 19 September 2015, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Banjar, bekerja sama dengan Koramil Banjar, melakukan panen GPPTT di lokasi pelaksanaan di Kelompok Tani Subak Enjung Sangiang Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Lokasi GPPTT berada dikawasan wisata Lovina, 15 km dari kota Kabupaten Buleleng, sekaligus dilakukan anjang sana bagi ibu-ibu para isteri TNI untuk bersama-sama menyaksikan kegiatan pendampingan para suami sebagai anggota TNI sebagai pendamping Pertanian. Hasil ubinan yang diperoleh, mencapai angka 11,4 ton gabah kering panen, adalah merupakan hal yang cukup mengembirakan bagi petani dilokasi kegiatan GPPTT. Pencarian ubinan disaksikan pula oleh anggota subak yang hadir serta sekaligus sebagai petani pelaksana. Ungkapan kelian subak/ketua kelompok tani Enjung Sangiang, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah memmbantu para petani dalam bantuan sarana produksi, baik berupa pupuk, benih, dan pestisida. Namun tantangan yang dihadapi semakin tahun semakin banyak, diantaranya adalah adanya kekeringan yang melanda pertanaman, menyebakan ada beberapa orang yang produksinya menurun akibat kurangnya air. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh seksi padi palawija, Made Danu SP, mengungkapkan agar budidaya yang dilakukan dengan sistim tanam jajar legowo dapat diterapkan dengan berkelanjutan, karena telah terbukti meningkatkan hasil panen padi. Komandan Rayon Meliter Kecamatan Banjar, Bapak Sabar mengatakan bahwa, dengan adanya pendampingan oleh TNI, petani akan selalu dekat dengan tentara, bukan berarti TNI menakut-nakuti petani. Tahun ini kami selalu siap apabila diperlukan dikelompok tani untuk mengawal, baik pupuk, bantuan tenaga bilamana ada kerusakan saluran air dan lain- sebagainya. Koordinator BPP Banjar, mengharapkan tahun ini walaupun ada masalah kekurangan air, namun demikian tetap terus berupaya untuk meningkatkan kwalitas pemberdayaan baik tegnologi maupun managemen usaha tani, sehingga pertanian lebih menguntungkan. ( I Nyoman Sudrana, SP)