Loading...

PANEN RAYA PADA MUSIM GADU MODEREN

PANEN RAYA PADA MUSIM GADU MODEREN
Petani di Kampung Karang Anyar, Gilih Karang Jati, Kampung Neeri Agung dan Kampung Gedung Harta Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah, tengah menuai panen raya padi musim tanam ke tiga atau yang kami sebut Musim Tanam Gadu Modern. Panen padi gadu MT 3 ini merupakan program kerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah dan Dinas Pengairan, yang baru pertama kali dilaksanakan di wilayah sawah irigasi teknis. . “Musim Tanam Gadu Modern ini kita usulkan ke dinas pengairan, mencontoh dearah irigasi teknis disaaluran irigasi punggur utara (wilayah kecamatan Trimurjo, Punggu, Kota Gajah dan Seputih Raman) yang telah berhasil dengan sistim gadu MT 3 ini,”ungkap Bapak Makidi selaku Ketua Gabungan P3A. (21/05/2018). “Program gadu modern atau gadu MT 3 ini merupakan kerjasama dinas irigasi sebagai pengelola air dan dinas pertanian yang memberi bantuan benih kepada petani”, Ungkap Imam Khambali, A.Md, selaku penyuluh pertanian setempat. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak PPL, Manteri Irigasi dan dinas terkait yang telah membimbing petani sehingga hasil panen kami memuaskan”, kata Bapak Sunarman selaku ketua kelompoktani Karya Jaya Kampung Karang Anyar Kecamatan Selagai Lingga. Pada awalnya program direncanakan dimulai awal bulan september agar bisa panen di bulan desember 2017. Namun karena petani pada awalnya ragu apakah air irigasi mencukupi, sehingga petani saling menunggu untuk memulai tanam, dan akhirnya tidak bisa sesuai jadwal yang telah direncanakan. Perlu disampaikan bahwa pada musim tanam 3 (gadu modern) ini tanaman padi relatif aman dari gangguan segala jenis hama dan penyakit, sehingga produksi rata-rata bisa mencapai 6,2 ton/ha GKP. Harga gabah mencapai Rp 5000--5200/kg GKP, sedangkan pada saat MT 2 harga gabahberkisar Rp 3700—4100/kg. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan program gadu musim tanam ke3 cukup berhasil, mengingat selama ini petani baru bisa tanam dua kali dalam setahun, bahkan kadang-kadang cuma sekali tanam padi. (penulis : Imam Khambali, A.Md. -THLTBPP)