Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang mempuyai tugas dan fungsi meningkatkan kompetensi penyuluh. Untuk menjawab ini maka diselenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Pertanian bagi Penyuluh Pertanan Swadaya (PPS) Rayon II Sedaratan Sumba. Peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari PPS dari 4 kabupaten yaitu Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Selasa sampai Kamis 28-30 Juni 2016 betempat aula Hotel Sumba Sejahtera Tambolaka berlangsung pelatihan dimaksud. Metode pertemuan terdiri dari pemaparan materi dan kunjungan lapanganPertemuan dimulai dengan acara pembukaan yang dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Sumba Barat Daya (Ir. Herman Ate, MSi) didampingi Kepala Bidang Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT dan Kepala Bidang Kelembagaan dan Penyuluhan Pertanian pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Sumba Barat. Pada saat sambutan Kepala Badan mengharapkan agar pembangunan harus dilakukan oleh semua pihak terutama PPS yang berada di daerah masing-masing dengan memperhatikan keunggulannya masing-masing.Materi yang disampaikan adalah Kebijakan Penyuluhan Tahun 2016, Budidaya Pertanian Organik, dan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO). Kunjungan lapangan dilakukan di Kelompok Pabae Doba, Desa Weerena, Kecamatan Kota Tambolaka dan dipandu oleh Kepala BPK Kota Tambolaka (Malo Bulu, SST) didampingi penyuluh pertanian Olifa Dhato Ngai dan Penyuluh THL TBB Veronika Beo Geo. Kelompok ini didirikan 10 Juni 2010 dan melakukan usaha pembuatan VCO dengan pendampingan oleh penyuluh PNS dan THL-TBPP. Dari hasil usaha mereka mampu meningkatkan pendapatan anggota dan tabungan kelompok.Dinamika dalam pertemuan dimulai dengan setiap peserta memperkenalkan diri dan membagi pengalamannya. Setiap orang menyampaikan mengapa mau menjadi PPS. Berbagai pendapatan disampaikan antara lain membagi pengetahuan dan pengalaman, dapat meningkatkan pendapatan kesejahteraan anggota kelompok dan kelompok lain, menjadi saluran berkat bagi orang lain. Dari semua itu, yang paling hakiki adalah PPS mau melakukan transformasi unggulan mereka secara kognitif dan juga efektif. Melihat konteks ini maka PPS sedaratan Sumba berpikir kreatif dan memiliki intelegensi hati yang mampu menjadi penerang bagi orang-orang disekitarnya. Mereka juga memiliki tangan-tangan siap membantu sesama dengan tidak mengharapkan kembali. Jika mereka tidak melakukan semua ini mereka merasa tidak tenang, gelisah dan berusaha terus melakukan tugasnya. Diakhir berbagi pengalaman dengan mereka, saya simpulkan jika panggilan jiwa ini datang kepada setiap kita maka terasa ada yang kurang jika kita tidak berbagi. Salam dan sukses. Penulis : Henderina S. Laiskodat, Bidang Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Provinsi NTT