Loading...

PASCAPANEN JAMUR KUPING SEGAR YANG BAIK

PASCAPANEN JAMUR KUPING SEGAR YANG BAIK
Jamur Kuping Pada beberapa tahun terakhir ini, jamur menjadi salah satu sayuran primadona dan semakin banyak peminatnya, karena mempunyai tubuh buah yang kenyal, enak dimakan, dan bergizi tinggi. Jamur sebagai bahan pangan sehat karena proses produksi jamur tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Oleh karena itu jamur merupakan salah satu jenis komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Jamur kuping merupakan salah satu jenis jamur yang dikonsumsi, selain jamur merang dan jamur tiram. Jamur kuping (Auricularia sp.) dibudidayakan dengan media serbuk kayu dan dipanen jika sudah maksimal, yang ditandai bagian tepi tubuh buah tidak rata atau kira-kira 3 – 4 minggu setelah calon jamur muncul. Perlu diperhatikan cara panennya, karena akan mempengaruhi mutu jamur kuping. Cara panen yang benar dengan mencabut tubuh buah jamur kuping sampai ke akarnya dengan menggunakan tangan. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga jangan sampai jamur rusak. Hasil panen berupa badan buah jamur kuping ditempatkan pada wadah yang berlubang dan diletakan pada tempat yang sejuk dan bersih untuk menjaga jamur tetap segar. Selanjutnya jamur kuping harus segera dilakukan kegiatan pasca panen dengan penerapan pasca panen yang baik atau Good Handling Practices (GHP) sebagai persyaratan yang harus dilakukan dan dipenuhi dalam penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan. Pasca panen yang baik yang baik, meliputi berikut: sortasi, pembersihan, grading, penimbangan, pengemasan dan pelabelan. 1. SortasiSortasi dilakukan untuk memisahkan jamur kuping dari kotoran-kotoran yang terbawa pada saat panen, seperti tanah, pasir, kerikil, daun dan lain-lain. Biasanya dilakukan bersamaan panen untuk menjaga jamur kuping tetap segar. Lalu jamur yang sudah bersih dipisahkan antara yang super dengan yang tidak super (Bs) untuk memudahkan dalam pemasaran. 2. PembersihanJamur kuping segar dibersihkan dari kotoran dan serbuk gergaji yang menempel bagian akar jamur. Pembersihan dilakukan dengan memotong akar dan pangkal tangkai dengan menggunakan pisau tajam dan bersih. Lalu kotoran, spora, dan air media yang menempel pada permukaan tubuh buah jamur dibersihkan. Dalam pembersihan jamur kuping tidak boleh menggunakan air. 3. GradingSetelah dilakukan sortasi dan pembersihan, dilakukan dengan melihat tujuan pemasaran. Jika untuk ekspor, dipilih jamur kuping yang tidak terlalu keriting, lunak, tidak begitu lebar dan tebal. 4. PenimbanganPenimbangan dilakukan untuk mengetahui berat jamur kuping sebelum dipasarkan sesuai dengan keinginan konsumen. 5. Pengemasan dan PelabelanPengemasan jamur kuping segar tidak dianjurkan disimpan dalam kardus, karung atau tempat lain yang tertutup rapat. Beberapa cara pengemasan jamur kuping, yaitu: • Kemasan dengan plastik transparan biasa dengan berat tertentu, setiap kemasan 0,25 kg, 0,5 kg, atau 1 kg. • Kemasan dalam wadah styrofoam yang ditutup plastik selofan.• Dikemas dalam plastik boks, yaitu kotak plastik untuk tempat kue yang dijual di toko tradisional. Setelah dilakukan pengemasan, lalu dilakukan pelabelan dengan memberikan stiker/kertas/plastik di atas kemasan dengan cara di tempel, digantung atau dapat pula hanya berupa tulisan pada plastik kemasan. Label tersebut dituliskan antara lain nama produk, tanggal pengemasan, manfaat produk, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih, dan cara penyimpanan. Penulis: Susilo Astuti Handayani (Penyuluh Pertanian Pusluhtan)Sumber informasi:1. Pedoman Teknologi Penanganan Pasca Panen Jamur. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011.2. Buku Saku Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.3. Buku Tahunan Hortikultura Seri: Tanaman Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.