Salah satu sasaran pembangunan dibidang keamanan pangan adalah tersedianya pangan hewani yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH) . Pangan yang Aman artinya tidak mengandung penyakit dan residu serta unsur lain yang dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan manusia; Sehat mengandung zat-zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh; Utuh tidak tercampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian dari hewan lain; dan Halal, dipotong dan ditangani sesuai dengan syariat agama islam.Ketersediaan pangan yang ASUH diharapkan agar masyarakat terbebas dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan sesuai dengan keyakinan masyarakat untuk mengkonsumsinya. Masalahnya : 1) masih banyak ditemukan beredarnya produk pakan hewani yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dan kehalalan; 2) sebagian besar terjadi kasus penyakit dan keracunan melalui makanan tidak dilaporkan dan belum teridentifikasi penyebabnya; 3) Sarana produksi dan distribusi pangan hewani masih banyak ditemukan tidak memenuhi persyaratan; 4) masih rendahnya pengetahuan dan kepedulian konsumen terhadap keamanan dan kehalalan pangan hewani. Pengawasan yang paling efektif dalam keamanan dan kehalalan pangan hewani adalah dari konsumen. Karena konsumen yang mengambil keputusan untuk membeli dan menkonsumsi pangan hewani. Oleh karena itu konsumen perlu ditingkatkan pengetahuan, pemahaman dan kepeduliannya tentang pangan yang ASUH. Peduli ASUH merupakan gerakan dari masyarakat konsumen dan produsen dalam memahami dan mewujudkan nilai-nilai ASUH. Tujuannya meningkatkan pengetahuan, kepedulian, kesadaran dan partisipasi masyarakat baik produsen, pedagang/ importir maupun konsumen serta meningkatkan citra positif terhadap produk pangan hewani yang ASUH melalui komunikasi, informasi dan edukasi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut dilaksanakan sosialisasi Peduli ASUH yaitu dengan pendekatan Kesadaran (Awareness), Perbaikan (Improvement) dan Pemeliharaan (Maintenance) . Sebagai upaya dalam mewujudkan kewaspadaan masyarakat dilakukan dengan :1) Menyadarkan masyarakat dengan pemahaman prinsip-prinsip ASUH ; 2) Melakukan perbaikan dalam aspek mutu dan standar terhadap kelompok sasaran disertai pemberian insentif atau penghargaan; 3) Mempertahankan mutu standar melalui monitoring dan penilaian kepada masyarakat.Selain itu pendekatan sosilisasi Peduli ASUH lainnya yaitu dengan pendekatan hubungan masyarakat (public relations) dan pendekatan pelayanan masyarakat (Social Marketing).Pendekatan hubungan masyarakat melalui konferensi pers, media massa dan media elektronik, perencanaan program peduli ASUH, Seminar dan jurnalistik tentang peduli ASUH. Sedang Pendekatan pelayanan masyarakat dilakukan melalui iklan layanan masyarakat yaitu melalui media massa dan media elektronik; promosi atau pameran produksi dalam negeri, melalui slogan, logo, jingle, maskot dll. Dalam Peduli Asuh, Pemerintah telah menetapkan strategi operasional baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Untuk jangka pendek dilakukan dengan : 1) menggalakkan penggunaan produksi ASUH terutama di kota-kota besar; 2) Melibatkan semua unsur baik pemerintah, produsen dan konsumen di seluruh daerah dalam memasyarakatkan Produk ASUH; 3) Memanfaatkan media massa lokal dan kelompok strategis dalam memasyarakatkan Cinta Produk Pangan Hewani yang ASUH; 4) Memanfaatkan kelompok strategis masyarakat seperti LSM, Organisasi kewanitaan dan organisasi sosial lainnya sebagai motivatorJangka panjang dengan : 1) Memasyarakatkan penggunaan produksi ASUH ke seluruh daerah; 2) melakukaan komunikasi, informasi dan edukasi dari ibukota provinsi sampai ke tingkat desa; 3) memasukkan Peduli Asuh ke dalam kurikulum Sekolah Tambahan ( dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi) tentang pengetahuan semua aspek produksi ASUH; 4) Memberlakukan sangsi hukum terhadap setiap pelanggaran prinsip ASUH, sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Penyunting : Asia (Penyuluh BPPSDMP) Sumber informasi : Direktorat Kesmavet Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumber Gambar : http://ditjennak.pertanian.go.id