PELAKSANAAN KEGIATAN KAJI TERAP PEMBESARAN ITIK ALABIO PETELUR DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2015
Penerapan kaji terap adalah tes bahan informasi pertanian dan merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan. Pelaksanaan kaji terap ini dilaksanakan pada kondisi petani yang sebenarnya dengan bimbingan penyuluh pertanian dan Dinas lingkup pertanian yang terkait. Materi teknologi dalam kegiatan kaji terap diperoleh peneliti atau penyuluh senior untuk pengembangan fungsi penyuluhan, penelitian dalam rangka pemberdayaan petani beserta keluarganya. Tujuan dilaksanakan kaji terap tersebut yaitu meyakinkan kesesuaian paket teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agoekosistem petani di wilayah binaan masing-masing serta mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum. Hal ini berguna untuk dapat merangsang petani nelayan atau petani lainnya untuk menerapkan paket teknologi tersebut dalam usaha taninya. Juga keberhasilan kaji terap menunjukkan bahwa paket teknologi tersebut sesuai dengan situasi dan usaha tani para petani.Kaji terap ini dilaksanakan dari bulan September s.d November 2015 di Balai Penyuluhan Kecamatan Amuntai Utara Adapun pelaksanaan kegiatan :1. Persiapan kandang Pembersihan kandang, penyemprotan dengan desinfektan dengan tujuan agar kandang tetap bebas dari hama dan penyakit. 2. Pemeliharaan Jumlah anak itik alabio petelur yang dipelihara sebanyak 600 ekor.3. Pembesaran Pemberian pakan dilakukan secara rutin tiga kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari. Hasil pengamatan di lapangan kaji terap itik alabio petelur yang dilaksanakan selama dua bulan adalah sebagai berikut :1. Dilihat dari pertumbuhan berat badan pembesaran berkembang cukup baik, hanya saja tingkat mortalitas cukup besar yaitu 14%, ini disebabkan karena faktor bibit yang kurang baik2. Jenis ternak itik petelur yang dipelihara adalah itik petelur sebanyak 600 ekor 3. Pemeliharaan atau pembesaran Selama 2 bulan. 4. Tingkat mortalitas (kematian) 14% = 600 x 14% = 84 ekor.5. Harga jual rata-rata 40.000 per ekor 6. Dari hasil analisis usahatani terdapat keuntungan = Produksi - Biaya Produksi = (516 ekor x Rp 40.000) – Rp15.500.000= Rp 20.640.000- Rp 15.500.000= Rp. 5.140.000,-