Budidaya tanaman di Kabupaten Aceh Timur khususnya tanaman padi masih sangat kurang penerapan teknologi baru dalam meningkatkan produksi tanaman padi. Pemerintah Indonesia sangat antusias dalam meningkatkan produksi tanaman padi, dengan membuat beberapa program diantaranya program kegiatan Sekolah Lapang (SL). Sekolah Lapang merupakan salah satu program pembelajaran non formal bagi petani yang dilakukan langsung dilapangan. Kegiatan Sekolah Lapang bertujuan dalam rangka menyusun rencana kegiatan usaha tani dan menyesuaikan jadwal kegiatan kursus serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani pada budidaya padi agar petani mendapatkan ilmu baru dalam meningkatkan produksi dan produktifitas komoditi padi sebagai pangan strategis nasional, dimana pada masing-masing lokasi dilakukan sebanyak 4 (empat) petemuan, 3 kali pertemuan difasilitasi dan 1 kali pertemuan swadaya. Kegiatan SL di WKPP Meuligo dilaksanakan oleh Muhammad Nur yang didampingi oleh (Nuraini, SP kepala BBP peureulak, Irwan dan Suriono BABINSA mitra penyuluh, hari jumadi penyuluh swadaya, fadliana penyuluh swadaya, Niken wahyuningsi, S.TP dan Maulida, S.TP Mahasiswa pendaping). Hasil dari Rembug Tani yang dilakukan di Desa Paya Meuligo pada hari Kamis tanggal 24 Agustus 2017 secara teknis memiliki permasalahan yang dihadapi petani meliputi: Belum menggunakan benih yang bernas (bermutu), cara pemupukan yang baik dan benar, Pembuatan Pupuk Bokasi, dan Pengendalian Hama dan Penyakit yang tidak tepat sasaran. Dengan pemasalahan yang ada maka dilakukan kursus untuk menyelesaikan permaslahan. Pada permaslahan benih agar mendapat kan benih yang bernas (bermutu) dapat dilakukan Seleksi Benih dengan larutan garam untuk memisahkan benih bernas dan benih kosong. pemupukan berimbang yang dianjurkan diwilayah kerja BBP Peureulak dengan komposisi: Urea 150 kg/ha, SP-36 75 kg/ha, KCL 50 kg/ha, dan Pupuk Organik 500 kg/ha dan dilakukan Uji UPTS (uji tanah) terlebih dahulu. Sedangkan, pemupukan lanjutannya disesuaikan dengan hasil BWD (Bagan Warna Daun) dan penambahan pupuk bokasi dalam peningkatan produksi tanaman padi. Petani di Desa Paya Meuligo masih menggunakan pestisida tidak sesuai anjuran dan tepat sasaran, sehingga penyuluh memberikan pemahaman dampak dari pemakain pestisida yang berlebihan. Sekolah Lapang di WKPP Meuligo berjalan lancar hal ini tidak terlepas dari peran Siad Junaidi, SP (Kabidluh Dinas Ketahanan Pangan Pamkab Aceh Timur), Nuraini, SP (Kepala BPP Peureulak Pamkab Aceh Timur), dan Muhammad Nur (penyuluh Pamkab Aceh Timur) dalam monitoring, supervisi dan mengevaluasi Kegiatan SL yang dilaksanakan di WKBPP Peureulak. Penulis: Ade Alavan, SP, Muhammad Nur, Admin Cyber Extention.