Kecamatan Manggis merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Karangasem yang memiliki potensi dalam pengembangan komoditas pisang. Hal ini ditunjukkan dari luas Kecamatan Manggis keseluruhan 6.984 ha, 5.261 ha ditanami Pisang. Wilayah Kecamatan Manggis meliputi dataran rendah pantai 0 m dpl hingga dataran menengah dengan ketinggian 700 m dpl, dimana kondisi ketinggian tersebut sangat cocok untuk mengembangkan budidaya pisang. Dari potensi-potensi yang mendukung tersebut maka diadakan pelatihan budidaya pisang oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Karangasem. Kegiatan Pelatihan tanaman budidaya pisang dilaksanakan pada tanggal 14-18 Desember 2015. Kegiatan pelatihan budidaya pisang ini dilaksanakan di UPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan Manggis dan dilakukan kunjungan ke Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Peserta pelatihan budidaya pisang adalah perwakilan kelompok tani yang mengembangkan komoditas pisang. Rangkaian kegiatan pelatihan ini dimulai dari pemberian materi mengenai budidaya pisang, pemasaran, dan pemeliharaan tanaman (hama penyakit). Pemberian materi budidaya pisang dilakukan di UPTD Pertanian TPH selama 2 hari yaitu tanggal 14 dan 15 Desember 2015. Kegiatan kunjungan dilaksanakan pada tanggal 16 sampai 18 Desember 2015. Kunjungan diawali ke Kampung Ekologis Puspa Jagad di Desa Semen, Kecamatan Gandusari. Peserta pelatihan di Kampung Ekologis ini melihat bagaimana suatu desa mengembangkan desa berbasis eco-tourism untuk kesejahteraan masyarakatnya. Di Kampung Ekologis terdapat bumi perkemahan, outbond dan pengembangan beberapa tanaman dimana pengembangan tanaman yang utama yaitu budidaya pisang dan nanas. Kegiatan pelatihan budidaya pisang tidak hanya mengenai bercocok tanam pisang namun juga bagaimana kegiatan pasca budidaya yaitu pemanfaatan hasil komoditas pisang. Maka dari itu, kegiatan selanjutnya dilakukan kunjungan ke Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang merupakan desa sentra pengolahan pisang yang menjadi kawasan unggulan di Kabupaten Blitar, tepatnya di pusat oleh-oleh Anisa Jaya. Peserta pelatihan disana melakukan pengamatan bagaimana cara melakukan pengolahan pisang yang baik. Produk pisang yang dapat diolah menjadi produk olahan diantaranya berupa dodol karamel pisang dan keripik pisang dengan berbagai rasa. Peserta pelatihan di pusat oleh-oleh tersebut mendapatkan kesempatan mendengarkan pengalaman ibu Anisa sebagai pemilik pusat oleh-oleh Anisa Jaya dalam mengelola usahanya. Pelatihan budidaya pisang ini diharapakan bermanfaat bagi petani-petani sebagai modal untuk mengembangkan komoditas pisang dan diharapkan nantinya petani-petani mampu mengolah pisang menjadi sebuah produk olahan yang nantinya akan bermanfaat bagi kesejahteraan petani dan lingkungan sekitarnya. (Anas Rizki Bachtiar, PPL Kec.Manggis)