Loading...

PELATIHAN INOVASI MENU BERAGAM BERGIZI SEIMBANG DAN AMAN (B2SA) BAGI KELOMPOK WANITA TANI (KWT)

PELATIHAN INOVASI MENU BERAGAM BERGIZI SEIMBANG DAN AMAN (B2SA) BAGI KELOMPOK WANITA TANI (KWT)
Tingginya konsumsi bahan pangan beras dan terigu di Indonesia membawa dampak dalam ketahanan pangan untuk jangka waktu ke depan. Upaya nyata pemerintah sejak lama sepertinya belum mampu melahirkan persepsi masyarakat untuk sadar bahwa bahan pangan yang memiliki kandungan gizi sesuai dengan kebutuhan tidak hanya bergantung pada beras dan tepung terigu, khususnya dalam pemenuhan karbohidrat, melainkan masih banyak bahan pangan lokal yang tersedia dalam jumlah yang cukup di hampir semua daerah. Dari segi kandungan gizi pun tidak kalah baik dibandingkan dengan bahan makanan yang telah populer di kalangan masyarakat Indonesia selama ini.Dalam rangka diversifikasi pangan telah dilakukan upaya untuk mengangkat citra dan daya tarik pangan lokal agar lebih diminati oleh masyarakat dan dunia usaha. Menu B2SA berbasis sumber pangan lokal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman, sekaligus untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan pola makan, serta mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga terwujud budaya pola konsumsi hidup yang sehat, aktif dan produktif, dengan demikian gerakan diversifikasi pangan akan mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk mengkonsumsi pangan lokal yang bergizi menuju Lampung Tengah yang mandiri pangan.Pelatihan inovasi menu B2SA bagi anggota kelompok wanita tani dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan karena merupakan kebutuhan yang paling mendasar atau esensial dan sangat menentukan kualitas taraf hidup suatu bangsa.Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2018 di kediaman Ibu Paulina Jalan Pahlawan Kampung Bandar Agung. Acara pelatihan dihadiri oleh para ibu sebanyak 30 orang sebagai peserta pelatihan yang merupakan anggota kelompok wanita tani dari kampung-kampung di Kecamatan Terusan Nunyai, tim dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Tengah yang diketuai oleh Ibu Rita yang memberikan materi, dan Ibu Renny Kusumah Dewi selaku penyuluh pendamping Kampung Bandar Agung.Pada pelatihan tersebut, anggota KWT Sekar Transad Bandar Agung mempraktikkan tiga menu B2SA hasil kreasinya yang cukup mudah baik dari segi bahan-bahan, peralatan dan cara membuatnya. Menu yang dipraktikkan yaitu Perkentoel (Perkedel Bentoel), Pai Labu Kuning, dan Cupcake Tiwul.Setelah pelaksanaan pelatihan tersebut diharapkan anggota KWT yang umumnya para ibu rumah tangga dapat termotivasi untuk menciptakan dan membuat menu yang bervariasi untuk disuguhkan kepada keluarganya sehingga anggota keluarga tidak merasa bosan dan meningkatkan selera makan. (red. Renny Kusumah Dewi)