Loading...

PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK HASIL PERTANIAN

PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK HASIL PERTANIAN
Latar Belakang Kota Semarang masih memiliki lahan pertanian meskipun semakin lama lahan pertanian semakin sempit dan berkurang karena alih fungsi lahan yang lambat namun pasti. Dengan semakin cepatnya pengurangan lahan pertanian, maka diperlukan pendukung dari lahan pertanian yang ada agar hasil dari lahan pertanian yang tersisa dapat lebih optimal. Untuk mengoptimalkan fungsi lahan pertanian diperlukan perlakuan khusus agar tanah dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. Guna keperluan tersebut kita memerlukan pupuk, utamanya pupuk organik.Di samping penanganan lahan pertanian yang optimal, diperlukan juga penanganan produk hasil pertanian dengan baik dan benar, karena produk hasil pertanian lebih mudah rusak dan cepat busuk apabila tidak tertangani dengan baik dan benar.Produk hasil pertanian adalah produk yang tidak tahan lama dan mudah rusak, sehingga harus ditangani dari awal, mulai dari proses pemetikan / panen, penyimpanan produk, cara menyusun / meletakkan hasil panen serta pengemasan hasil panen harus dilakukan secara benar agar tidak akan merusak produk yang ada hingga proses pengangkatan produk pertanian sampai kepada konsumen. Penanganan produk hasil pertanian harus dimulai dari penanganan pasca panen, pengolahan hasil sampai pada pengemasan produknya. Apabila penanganan pasca panen sudah dilakukan dengan baik, begitu juga untuk pengolahan, baik itu diolah menjadi bahan setengah jadi maupun sampai menjadi produk olahan sehingga akan didapatkan produk yang lebih bernilai ekonomis tinggi.Dengan merubah bentuk dari bahan mentah menjadi setengah jadi atau produk olahan hingga pada pengemasan produk hasil pertanian, maka diharapkan akan nampak lebih cantik dalam penampilan produk, lebih awet dan tahan lama, sehingga bisa dijual di luar daerah dengan aman serta memiliki nilai ekomnomis yang lebih tinggi.Dengan penanganan produk hasil pertanian dari proses panen, pasca panen, pengemasan sampai dengan packing, harus ditangani dengan hati-hati dan benar sehingga produk pertanian tetap utuh, bagus dan tidak mudah rusak dari awal panen, pengangkutan, persortiran, pengemasan sampai dengan pengangkutan.Selain buah segar yang ditangani, penanganan pengolahan hasil juga perlu sekali diperhatikan. Hal ini dimaksudkan antara lain jika sewaktu panen raya harga akan menjadi jatuh sehingga apabila dijual dalam bentuk buah / sayur segar harga menjadi rendah dan jika disimpan hasil panen akan cepat busuk dan menjadi rusak. Hal ini akan sangat merugikan.Dengan merubah bentuk dari hasil awal menjadi bahan setengah jadi atau produk olahan akan meningkatkan nilai tambah produk yang diharapkan akan menambah nilai jual serta daya tahan / keawetan produk. C. Maksud dan Tujuan dilaksanakannya pelatihan a. Meningkatkan SDM petani, Kelompok Wanita Tani, PKK dan masyarakat.b. Sebagai media dan ajang bimbingan pengolahan dan pengemasan produk pertanian.c. Menambah pengetahuan tentang pengolahan dan pengemasan produk pangan serta pengolahan hasil pertanian lainnya.d. Meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya. Sasaran Pelatihan a. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani / masyarakat.b. Terlatihnya anggota masyarakat yang terdiri dari petani, wanita tani, PKK, Penyuluh Swadaya Kota Semarang. Manfaat Pelatihan a. Menumbuhkan kesadaran petani/masyarakat dalam hal pengolahan dan pengemasan produk hasil pertanian.b. Meningkatkan pengalaman dan kemampuan masyarakat umumnya tentang pengemasan dan pengolahan hasil pertanian. Pelaksanaan Pelatihan Hari : Rabu dan KamisTanggal : 27 dan 28 Juli 2016Waktu : 09.00 Wib – SlsiTempat : Dinas Pertanian Kota Semarang.Acara : Pelatihan Pengemasan Produk hasil Pertanian. PesertaPeserta pelatihan ± 50 orang, yang terdiri dari perwakilan petani, Kelompok Wanita Tani, masyarakat, PKK, Penyuluh Swadaya dan pegawai dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Narasumber a. Ir. Dewi Larasati, Msi. Dosen dari Universitas Semarangb. Ir. Sri Haryati, Msi. Dosen dari Universitas Semarang SUMBER : LAPORAN KEGIATAN