Ternak adalah hewan yang dengan sengaja dipelihara sebagai sumber pangan, sumber bahan baku industri, atau sebagai pembantu pekerjaan manusia. Usaha pemeliharaan ternak disebut sebagai peternakan (atau perikanan, untuk kelompok hewan tertentu) dan merupakan bagian dari kegiatan pertanian secara umum.Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll.Teknologi pangan sebagai inti industri sekunder peternakan berperan memanfaatkan hasil ternak dengan menekan kehilangan (loss) sejak panen dan transformasi bahan mentah menjadi produk pangan olahan. Globalisasi mensyaratkan kompetisi ketat dalam pedagangan pangan, sehingga teknologi pangan harus mampu menghasilkan produk yang kompetitif untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan pasar global. Salah satunya pemanfaatan produk susu.Pengolahan terhadap hasil ternak berupa susu di antaranya sapi dan kambing perah sangat penting, karena hal ini dapat memberikan nilai tambah terhadap manfaat susu terutama bagi konsumen anak-anak dan lansia. Susu harus diolah dengan baik serta variatif sehingga lebih meningkatkan nilai manfaatnya. Di Indonesia sendiri, penanganan susu segar sangat buruk dan kurang perhatian di tingkat peternak, sehingga perlu pengolahan yang tepat agar kerusakan nilai gizi di dalam susu dalam diminimalisir. Disamping itu penanganan susu yang benar juga dapat menyebabkan daya simpan susu menjadi singkat, harga jual murah yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi pendapatan peternak sebagai produsen susu.Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah kerusakan pada susu adalah dengan cara pemanasan (pasteurisasi) baik dengan suhu tinggi maupun suhu rendah yang dapat diterapkan pada peternak. Dengan pemanasan ini diharapkan akan dapat membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia dan meminimalisasi perkembangan bakteri lain, baik selama pemanasan maupun pada saat penyimpanan. Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna.Dengan merubah bentuk dari bahan mentah menjadi setengah jadi atau produk olahan hingga pada pengemasan produk hasil pertanian, maka diharapkan akan nampak lebih cantik dalam penampilan produk, lebih awet dan tahan lama, sehingga bisa dijual di luar daerah dengan aman serta memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.Dengan penanganan produk hasil ternak dari proses panen, pasca panen, pengemasan sampai dengan packing, harus ditangani dengan hati-hati dan benar sehingga produk pertanian tetap utuh, bagus dan tidak mudah rusak.Dengan merubah bentuk dari hasil awal menjadi bahan setengah jadi atau produk olahan akan meningkatkan nilai tambah produk yang diharapkan akan menambah nilai jual serta daya tahan / keawetan produk Maksud dan Tujuan dilaksanakannya pelatihan 1. Meningkatkan SDM petani peternak, Kelompok Wanita Tani, PKK dan masyarakat.2. Mengubah bentuk hasil dasar ternak menjadi bahan olahan.3. Meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya. Sasaran Pelatihan a. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani / masyarakat.b. Terlatihnya anggota masyarakat yang terdiri dari petani, wanita tani, PKK, Penyuluh Swadaya Kota Semarang. Manfaat Pelatihan a. Menumbuhkan kesadaran petani/masyarakat dalam hal pengolahan dan pengemasan produk hasil pertanian.b. Meningkatkan pengalaman dan kemampuan masyarakat umumnya tentang pengemasan dan pengolahan hasil pertanian. Pelaksanaan Pelatihan Hari : Kamis - JumatTanggal : 15 – 16 September 2016Waktu : 08.00 Wib – SlsiTempat : Rumah Bp. Paryanto (PKT Kuncen Farm) RT.02 / RW. 03, Dukuh Kuncen, Kel. Bubakan – Kec. Mijen, Kota Semarang. PesertaPeserta pelatihan sebanyak 55 orang, yang terdiri dari perwakilan petani peternak Kota Semarang, PPL Swadaya Kota Semarang, PPL Kota Semarang, PKK Kota Semarang dan Pegawai dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Narasumber 1. Enni Dwi Prastuti, SPt. (BPSDM Nak Provinsi Jawa Tengah)2. Idayanti (PKT. Kuncen Farm) (SUMBER : LAPORAN KEGIATAN )