PELEPAS DAHAGA DARI SI QUEEN FRUITS I.PENDAHULUAN Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia potensial untuk dapat membangun industri buah nusantara. Dengan kondisi lahan yang subur untuk menanam buah buahan, jadilah Indonesia sebagai penghasil buah, salah satunya buah Manggis (Manggosteen) yang merupakan buah asli Indonesia. Kalau buah durian mendapat julukan the king of fruits, sedangkan Buah Manggis juga mendapat julukan Queen Fruits. Tanaman Manggis merupakan produk unggulan dari Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi. Tepatnya di desa Cimanggis, Desa Hegarmanah dan Desa Sukadamai adalah penghasil manggis terbesar, setiap tahun menghasilkan rata-rata 1800 ton buah manggis. Bahkan kalau panen raya akan menghasilkan lebih, sehingga buah akan melimpah dan harga akan turun. Buah merupakan bahan pangan sumber vitamin. Sebagian besar produk pertanian, khususnya buah-buahan dan sayuran lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk segar dari pada dalam bentuk olahan. Disamping mengandung bahan-bahan seperti protein, karbohidrat dan vitamin masih cukup tinggi, juga masih mempunyai cita rasa yang segar dan menarik.Kelebihan ini bisa kita peroleh dengan mengkonsumsi buah segar. Namun demikian kelebihan ini bisa menjadi kekurangan. Kadar air yang tinggi serta kandungan zat-zat gizi yang cukup bervariasi di dalam buah segar bisa mempermudah kerusakan buah. Akibatnya warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Upaya-upaya pengolahan buah-buahan untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.Tingkat kerusakan produk pertanian khususnya buah dan sayuran diperkirakan sekitar 30 % sampai dengan 40 %, sedangkan 60 % dikonsumsi dalam bentuk segar dan olahan. Sama halnya dengan buah manggis yang ada di kecamatan Cicantayan, ketika waktu panen raya, buah manggis sangat melimpah. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatlah olahan sirup buah manggis yang segar oleh Kelompok Wanita dengan Nama MAMOCA II. SIRUP BUAH MANGGIS Buah manggis yang dihasilkan dari Kecamatan Cicantayan sebagian sudah menembus pasar ekspor, tentu saja buah yang sudah dipilih sesuai grade. Sebagian masuk ke pasar lokal dan masih ada buah sisa sortir. Buah sisa sortir inilah yang dimanfaatkan kelompok wanita untuk dijadikan sirup buah manggis. BAHAN DAN ALAT Bahan:1. Buah segar 5 Kg2. Gula Pasir 125 gram3. Asam sitrat 3 gram/liter sari buah4. Natrium Benzoat 1 gram5. Garam dapur 20 gram dan Air secukupnya Alat:1. pisau2. panci3. parutan kelapa4. pengaduk5. tungku atau kompor6. botol dan tutup yang sudah disterilkan7. kain saringan8. corong9. baskom CARA PEMBUATAN SIRUP 1. Pilih buah yang telah tua, segar dan masak lalu cuci;2. Buah dikukus atau diblanching selama 5 menit.3. Potong buah menjadi 4 bagian;4. Parut buah hingga menjadi bubur;5. Tambah air, gula pasir, natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur; *Air Perbandingan sari buah dengan air adalah sebagai berikut : untuk 1 liter sari buah campur dengan 3 liter air kemudian diaduk sampai rata.6. Saring campuran dengan menggunakan kain saring;7. Masukkan hasil saringan ke dalam botol dan tutup rapat. Endapan hasil penyaringan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan dodol, selai, dan lain-lain;8. Masukkan botol yang telah ditutup rapat dalam air mendidih selama 30 menit;9. Angkat botol dan segera dinginkan. Sirup buah Manggis siap dinikmati dan atau bisa disimpan selama 3 bulan. Dari kegiatan ini, selain memanfaatkan buah sisa sortir, bagi kelompok Wanita juga sebagai penghasilan tambahan. Disusun Oleh Admin BPP Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat