Loading...

Pelopor Jeruk Di Baso, Koto Tinggi Siapkan Lahan Baru 100 Ha

Pelopor Jeruk Di Baso, Koto Tinggi Siapkan Lahan Baru 100 Ha
Dan tidak asing lagi ketika menyebut nama Baso, pikiran tertuju akan manisnya buah jeruk yang dihasilkan daerah tersebut. Memang benar, saat ini Kecamatan Baso sangat tengah menuai hasil dari buah kerja keras beberapa tahun silam dari memanam jeruk. Jeruk pertama kali diperkenalkan di Jorong Koto Gadang Nagari Koto Tinggi. Sekitar tahun 2008 melalui kegiatan pengembangan jeruk pertama di Baso dalam kegiatan pengelolaan lahan dan air (PLA), lahan jeruk mulai dibuka. Dari sumber pembiayaan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat kala itu, di tahun 2008 lahan seluas dua puluh hektar, saat ini telah bertambah menjadi sekitar seratus lima puluh hektar yang menghijau membentang di pinggang Gunung Marapi. "Sungguh pemandangan yang indah melihat hamparan lahan jeruk ini, serta menjadi salah satu sektor andalan bagi masyarakat setempat saat ini," ungkap Gusneti penyuluh pertanian Nagari Koto Tinggi. Kunjungan yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K2P) Kabupaten Agam, Monisfar, S.Sos bersama jajaran UPT BP4K2P Kecamatan Baso mengapresiasi kondisi Koto Tinggi saat ini. Atas dorongan motivasi melalui pembinaan dan pengayoman yang telah dilakukan jajaran penyuluh Baso, Monisfar sampaikan kekagumannya. Sungguh besar peran serta penyuluh sehingga mampu menjadikan masyarakat Koto Tinggi yang semakin sejahtera dengan jeruknya. Jon Ismedi, Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Baso membenarkan apa yang disampaikan Monisfar, mengingat begitu besar potensi jeruk di Koto Tinggi. Sangat membantu dalam peningkatan taraf kehidupan masyarakat tanidengan hasil yang menggiurkan. Menurutnya, "dalam setiap batang jeruk mampu menghasilkan rata-rata dua puluh kilogram, dengan harga berkisar Rp, 20.000 per kilogram maka setiap hektarnya petani akan mampu menghasilkan rupiah mencapai seratus enam puluh juta untuk empat ratus batang". Diperkirakan untuk tahun ini akan terjadi panen raya pada bulan Novemper dan Desember dengan harapan akan terjadi peningkatan penghasilan dari panen-panen sebelumnya, ungkap M.Ridwan ketua Gapoktan. Atas usahanya bersama kawan-kawan, Ridwan berhasil mendapatkan prediket juara nasional dalam lomba hortikultura pada tahun 2010. Kedepan, bersama jajaran penyuluh Kecamatan Baso akan terus dilakukan pengembangan dan penambahan lahan baru melihat dari potensi lahan baru yang mencapai lebih dari seratus hektar. Selain itu, prospek cerah jeruk di Kecamatan Baso terbuka lebar dengan tak terkendalanya budidaya tanaman ini dari berbagai hama dan penyakit yang hingga saat ini masih dalam kondisi wajar dan dapat ditangani. (ab 29/7 2015)