Kabupaten Grobogan telah memiliki pasar induk sayur yang cukup besar. Komoditas sayuran yang diperdagangkan meliputi produk sayur lokal dan dari luar daerah. Tingginya jumlah sayuran dari luar daerah yang masuk ke kabupaten Grobogan dan selanjutnya terdistribusikan ke seluruh pelosok daerah membuka peluang tersendiri bagi para petani untuk berusaha tani komoditas sayur mayur.Banyak orang mengira bahwa budidaya tanaman sayur, hanya bisa dilakukan di dataran tinggi saja. Namun ternyata perkiraan itu salah, saat ini sayuran yang biasanya dibudidayakan di dataran tinggi juga bisa dibudidayakan di dataran rendah. Beberapa sayuran seperti sawi, kubis, selada, kembang kol, dan jagung manis sudah banyak dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 5 sampai 200 meter dpl.Prospek bisnis budidaya sayur di dataran rendah, memang sangat bagus. Seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan sayur yang semakin hari terus meningkat. Prospek yang bagus menyebabkan banyak petani yang beralih untuk membudidayakan sayur, dibandingkan menanam padi atau palawija yang persaingan bisnisnya sudah sangat tinggi. Kebutuhan sayur datang dari masyarakat, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk pemenuhan bahan baku peluang bisnis yang mereka jalankan. Dari mulai ibu-ibu rumah tangga yang mencari sayur untuk kebutuhan gizi keluarganya, pelaku usaha makanan yang membutuhkan sayur sebagai bahan baku usaha mereka, sampai para pedagang sayur segar di pasar atau supermarket. Budidaya sayur di dataran rendah membutuhkan perawatan yang sedikit berbeda dengan budidaya sayur di dataran tinggi. Namun secara garis besar, tahapan budidayanya tetap sama. Biasanya untuk budidaya di dataran rendah, media tanam yang digunakan berupa campuran tanah dan kompos yang terbuat dari bakaran sampah organik yang sudah diayak. Tujuan mencampurkan tanah dan sampah organik, agar tanah semakin gembur dan mengandung banyak nutrisi.Selain bisa dibudidayakan di lahan yang luas, sayur juga bisa ditanam menggunakan polybag, sehingga bisa memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas. Anda bisa menggunakan polibag yang berukuran 10 cm, kemudian diisi dengan media tanam campuran tanah dan kompos. Lubangi bagian tengah media dengan telunjuk sedalam 1 cm, kemudian masukan bibit ke dalamnya, dan tutup kembali dengan media. Semprot dengan air, dan lindungi dari sinar matahari secara langsung. 1-3 hari kemudian bibit tersebut akan mulai kerkecambah.Setelah bibit mulai tumbuh besar sekitar 3 minggu, pindahkan bibit ke media yang lebih besar. Bisa menggunakan polibag yang ukurannya lebih besar atau memindahnya di lahan seperti kebun atau sawah. Khusus untuk penanaman sayur di lahan, buatlah bedengan dengan lebar minimal 1 meter, dengan tinggi kira-kira 40 cm, sedangkan panjangnya bisa menyesuaikan luas lahan. Jarak tanam antar sayur idealnya adalah 40 cm. Dan untuk beberapa sayur seperti sawi atau kol, celah antar bedengan bisa dijadikan sebagai parit untuk membantu pengairan tanaman.Yang terpenting dalam proses pemeliharaan adalah pemenuhan kebutuhan air, pupuk, dan pencegahan hama dan penyakit tanaman yang bisa mengganggu tanaman sayuran. Untuk budidaya dengan polibag, sebaiknya jangan disiram terlalu sering, karena bila terlalu lembab, akan memicu busuk akar. Sedangkan untuk budidaya di lahan, pengairan dilakukan sehari sekali, sebaiknya di pagi hari. Untuk pemberian pupuk bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali, agar kandungan nutrisi tanah tidak berkurang.Budidaya sayur di dataran rendah ternyata menghasilkan sayur yang kualitasnya lebih baik, sayuran bisa lebih manis, lebih segar, dan kandungan airnya juga tidak terlalu banyak. Disamping itu daya tahan sayur juga lebih lama, sehingga meminimalisir busuknya sayur sebelum dipanen dan harga jual sayur juga lebih tinggi. Kendala bisnis sebagian besar petani budidaya sayur adalah kurangnya modal usaha. Sehingga budidaya sayur belum bisa maksimal, dan belum bisa memenuhi semua permintaan konsumen. Karena mereka hanya bisa membudidayakan dengan modal seadanya. Selain itu kendala yang sering dihadapi adalah hama tanaman yang merusak sayur. Untuk itu para petani harus memberikan perawatan yang cukup ekstra, dan menyemprotkan pestisida organik untuk mengusir hama yang merusak tanaman.Pemasaran hasil budidaya sayur bisa dilakukan dengan adanya kerjasama antara petani dan pedagang sayur yang ada di pasar-pasar. Hasil panen disetorkan langsung kepada para pedagang sayur di berbagai pasar yang ada. Atau bisa juga memasarkannya dengan menjalin hubungan kerja ke beberapa pelaku bisnis makanan, biasanya mereka mencari bahan baku sayur langsung ke petani untuk memperoleh harga yang lebih murah. Selain itu biasanya ada pengepul yang membeli hasil budidaya sayur untuk didistribusikan ke luar daerah, jadi pemasaran bisnis Anda semakin luas. Bukan hanya di dalam kota saja, namun juga dipasarkan di kota-kota lainnya.Untuk menambah penghasilan, Anda juga bisa melayani pembelian bibit sayur yang dijual dengan polibag atau pot. Bibit sayur tersebut banyak dibutuhkan para petani sayur lain, atau bisa juga dijadikan sekedar tanaman hias bagi para ibu rumah tangga.Kesuksesan bisnis budidaya sayur dipengaruhi oleh pemilihan bibit yang berkualitas, dan perawatan sayur dari mulai pengairan, pupuk, dan pengendalian hama tanaman sampai perawatan panen dan pasca panen, sehingga dihasilkan sayur yang kualitasnya baik dan memiliki nilai jual cukup tinggi. Ditulis oleh: Sri Mulyadi, SP. Penyuluh Pertanian Muda Kecamatan TawangharjoSumber: bisnisukm.com