Loading...

Pemakaian Mulsa Menyelamatkan Kehilangan Hasil Tanaman Kedelai

Pemakaian Mulsa Menyelamatkan Kehilangan Hasil Tanaman Kedelai
Tanaman kedelai merupakan tanaman lahan kering dan keberadaan gulma merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian. Gulma dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil kedelai dengan cara kompetisi unsur hara, cahaya, air, CO2, dan ruang. Gangguan kompetisi gulma sejak awal pertumbuhan tanaman dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penurunan hasil kedelai akibat kompetisi dengan gulma antara 18-68%. Masalah gangguan gulma potensial lebih besar pada pertanaman kedelai yang diusahakan di musim hujan dibanding musim kemarau baik pada lahan kering maupun sawah, sebab cukup air sehingga lengas tanah cukup untuk mendukung pertumbuhan gulma. Gulma pada pertanaman tanpa olah tanah akan relatif lebih berat dibandingkan dengan pertanaman olah tanah. Penggunaan benih yang daya kecambahnya rendah juga memicu pertumbuhan gulma lebat di ruang-ruang. Permasalahan gulma tumbuh akan semakin serius pada daerah-daerah yang relatif kekurangan tenaga kerja efektif, karena penyiangan pada umumnya secara manual dengan cangkul, sabit, maupun peralatan sejenisnya. Salah satu kekurangan yang sering terlihat di tingkat petani adalah petani terlambat dalam menyiang, gulma yang sudah tumbuh lebat untuk penyiangannya lebih banyak membutuhkan tenaga. Herbisida juga biasa digunakan untuk penyiapan lahan sebelum kedelai ditanam, utamanya jika gulmanya sudah tumbuh lebat.Permasalahan yang timbul dari rendahnya produktifitasi kedelai di Indonesia adalah belum adanya pengelolaan gulma yang baik. Gangguan gulma terhadap tanaman budidaya merupakan pengaruh kompetisi, sehingga gulma selalu bersaing dengan tanaman budidaya bila tumbuh bersama. Salah satu sarana tumbuh yang paling diperebutkan pada kondisi persaingan adalah air, cahaya, dan CO2. Kompetisi pertama kali terjadi terhadap sarana tumbuh yang jumlahnya paling terbatas. Di sisi lain gulma membutuhkan air yang banyak untuk hidupnya. Derajat kompetisi antara gulma dan tanaman budidaya terhadap air sangat tergantung pada luas perakaran dari masing-masing jenis yang berkompetisi. CO2 dan air merupakan bahan dasar yang sangat penting di dalam proses pengikatan cahaya yang digunakan dalam proses fotosintesis yang kemudian akan diubah menjadi energi kimiawi. Kompetisi terhadap cahaya terjadi pada hampir seluruh keadaan pertanaman. Kondisi cahaya yang terbatas diindikasikan dengan adanya gulma di lahan pertanaman kedelai. Gulma yang tumbuh semakin rapat dan lebat akan semakin memperlambat pertumbuhan pada masa vegetatif, sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai yang kurang maksimal, akibatnya ketika memasuki fase generatif, terjadi penurunan potensi penghasil asimilat dan berakibat rendahnya pertumbuhan organ pemakai seperti polong dan biji. Penurunan komponen hasil seperti jumlah polong dan jumlah biji disebabkan karena terjadinya persaingan antar tanaman dengan meningkatnya kerapatan tanaman. Tanaman kedelai yang tumbuh bersama gulma menyebabkan tingkat pertumbuhan tanaman terhambat, daun lebih jarang, serta polong berukuran lebih kecil dibanding dengan kedelai yang tumbuh tanpa gulma. Semakin besar populasi gulma mengakibatkan semakin tertekannya pertumbuhan dan semakin rendah polong kedelai yang dihasilkan.Kerugian yang ditimbulkan akibat gulma di pertanaman kedelai dapat mencapai 80%. Variasi angka ini sangat tergantung pada cara pengendalian gulma yang diterapkan. Gulma yang sering dijumpai di pertanaman budidaya tanaman pangan seperti kedelai adalah gulma semusim. Beberapa jenis gulma yang merugikan pada tanaman kedelai antara lain adalah teki (Cyperus rotundus), carulang (Eleusine indica), jajagoan leutik (Echinocloa colonum), kakawatan (Cynodon dactylon), lamuran (Polytias amaura), alang- alang (Imperata cylindrica), pahitan (Paspalum conjugatum), meniran (Phyllantus niruri), babadotan (Ageratum conyzoides) gelang (Partulaca oleracea) dan bayam (Amaranthus sp). Pengaruh gulma pada tanaman ini tidak hanya dalam bentuk persaingan tetapi juga merupakan penghambat pertumbuhan dan metabolisme suatu tanaman akibat pelepasan zat-zat kimia yang dikeluarkan dari gulma. Salah satu cara pengendalian gulma yang murah, mudah dan tidak mencemari lingkungan adalah dengan pemberian mulsa. Mulsa adalah bahan-bahan mati seperti jerami, batang atau kelobot jagung, sekam, serbuk gergaji, biomass pupuk hijau, gulma yang telah mati, plastik dan bahan-bahan mati lain yang ditutupkan ke permukaan tanah untuk mengendalikan gulma. Pemakaian mulsa merupakan salah satu cara yang efektif dalam usaha pengendalian gulma. Mulsa merupakan bahan atau material organik yang sengaja dihamparkan dipermukaan tanah atau lahan pertanian untuk melindungi lapisan atas tanah dari cahaya matahari langsung dengan intensitas cahaya dan curah hujan curah hujan yang tinggi, mengurangi kompetisi antara tanaman dengan gulma dalam memperoleh sinar matahari, mencegah proses evaporasi sehingga penguapan hanya melalui transpirasi yang normal dilakukan oleh tanaman. Menekan pertumbuhan gulma, menyuburkan tanah dan meningkatkan hasil tanaman. Kendala budidaya tanaman kedelai dapat dikendalikan dengan pengolaan tanah dan penggunaan mulsa yang tepat. Jerami padi dapat dijadikan sebagai mulsa yang bermanfaat untuk mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa jerami padi yang dihamparkan merata di atas permukaan tanah sebanyak 5 ton/ha dapat menekan pertumbuhan gulma 37-61 persen dibandingkan tanpa diberi mulsa, sedangkan apabila jerami padi dibakar maka pertumbuhan gulma hanya akan menurun 27-32 persen. Besar kecilnya pengaruh yang ditimbulkan akibat pemulsaan tersebut akan bergantung pada takaran mulsa yang digunakan, sehingga diperlukan takaran mulsa yang tepat. Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.idSumber: 1. Adisarwanto. dkk. 1998. Pola kebijakan peningkatan produksi kedelai menuju swasembada. Makalah Balitkabi No. 98. Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Balai Penelitian Kacangkacangan dan Umbi-umbian 19852.http://repository.unimal.ac.id/473/1/PERIODE%20KRITIS%20TANAMAN%20KEDELAI%20TERHADAP%20PERSAINGAN%20GULMA.pdf3. http://repository.unand.ac.id/21564/3/bab%201.pdf4. https://id.wikipedia.org/wiki/Gulma