Loading...

PEMALANG RAMAIKAN APEL SIAGA PENYULUH

PEMALANG RAMAIKAN APEL SIAGA PENYULUH
Sebanyak 27 orang Penyuluh Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Perhiptani Kabupaten Pemalang ikut meramaikan Apel Siaga Penyuluh tanggal 25 Februari 2015 bertempat di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Mentri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman dan Para Pejabat Eselon I yang menangani SDM pada Kementrian Pertanian, KKP, Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta kepala SKPD dilingkungan Setda Provinsi Jawa Tengah. Rangkaian acara diawali dengan penyampaian laporan oleh Kaset Bakorluh Provinsi Jawa Tengah, Sambutan Gubernur Jawa Tengah, Sambutan Mentri Pertanian yang dilanjutkan dengan penyerahan Perjanjian Kontrak Kerja THL-TBPP kemudian dilanjutkan Lomba cerdas tangkas penyuluh dan diakhiri penutupan oleh panitia.Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Tengah menyampaikan "Peran penyuluh pertanian dan para tenaga bantu penyuluh sangat penting dalam mendampingi para petani. Kelompok-kelompok tani dan Gapoktan yang ada di Jateng perlu didampingi, dibina serta diarahkan dalam melakukan pertanian yang baik dan benar. Tentunya penyuluh pertanian yang berprestasi nantinya akan mendapatkan hadiah" kata Ganjar 'memompa' semangat 1.210 penyuluh pertanian, kelautan, dan perikanan pada acara Apel Siaga Penyuluh se-JatengDalam kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan pada para penyuluh pertanian untuk ikut mensukseskan kenaikan produksi 2 juta ton beras sehingga target produksi 11,6 juta yang semula 9,6 ton dapat terpenuhi. Berkaitan dengan hal tersebut Pak Ganjar meminta setiap penyuluh harus bisa menjadi mata dan telinga petani karena posisinya yang dekat dengan petani. Penyuluh juga diminta lebih sering terjun mendampingi petani dan mengupdate data petani maupun mengupgrade teknologi untuk mendukung kinerja."Setiap penyuluh setidaknya memiliki alat komunikasi yang always on, sehingga dapat melakukan update dan sharing informasi setiap saat. Kasus-kasus yang muncul di share, didiskusikan untuk menemukan solusinya," kata Ganjar.Melalui pendampingan dari penyuluh berkompeten, Ganjar yakin, Jawa Tengah mampu menjadi pendorong terwujudnya kedaulatan pangan nasional lebih cepat. Apalagi, Jawa Tengah selama ini sudah menjadi provinsi penyangga pangan nasional, khususnya untuk komoditas padi.Mentri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan mengamanatkan pada para penyuluh agar siaga 20 jam sehari demi mewujudkan target swasembada beras yang diemban pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah pusat saat ini berkonsentrasi penuh di bidang pertanian agar Indonesia benar-benar mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama beras. "Jangan wariskan impor beras kepada generasi penerus kita dan tradisi ini harus dihentikan," katanya Mentan selanjutnya mengatakan untuk mendukung pencapaian target tersebut Kementerian Pertanian memberikan bantuan 6.000 buah traktor. Bantuan seperti itu juga akan diberikan ke daerah lain."Ya bantuan itu merupakan upaya mekanisasi pertanian dan untuk mengejar ketinggalan dengan petani-petani di negara lain. Ya pokoknya melalui penyuluh ini petani harus diberikan semangat untuk bekerja keras agar kebutuhan pangan bisa dipenuhi sendiri, tanpa harus impor," katanya.Untuk mendukung tercapainya target kenaikan 2 juta ton beras, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah bekerjasama dengan TNI melakukan kegiatan perbaikan saluran air gropyokan tikus dan pemberantasan OPT lainnya serta pendapingan dan pengawalan pada kelompok tani dan gapoktan. Saat ini Kabupaten pemalang telah surplus 122 ribu ton beras menjadi penyangga beras nomor 5 se Jawa Tengah dan untuk target tahun 2015 s.d 2017 Kabupaten pemalang perannya dapat ditingkatkan lagi surplus berasnya dan menjadi nomor 4 se Jawa Tengah setelah Cilacap, Pati dan Sragen.Penulis : Nurul Ashar (Penyuluh Pertanian Madya Dipertanhut kabupaten Pemalang)