Loading...

Pemanfaat Limbah Bonggol Pisang Berpotensi Sebagai Sumber Mikroorganisme Lokal (MOL)

Pemanfaat Limbah Bonggol Pisang Berpotensi   Sebagai Sumber Mikroorganisme Lokal (MOL)
Pemanfaat Limbah Bonggol Pisang Berpotensi Sebagai Sumber Mikroorganisme Lokal (MOL) Oleh SriadiPisang merupakan tanaman asli Asia Tenggara teramasuk Indonesia. Pisang termasuk famili Musaceae dari ordo scitamainae dan terdiri dari dua genus, yaitu Musa dan Ensete. Genus Musa terbagi dalam empat golongan, yaitu Rhodochlamys, Callimusa, Australimusa dan Eumusa. Golongan Australimusa dan Eumusa merupakan jenis pisang yang dapat dikonsumsi, baik segar maupun oleahan. Buah pisang yang dimakan segar sebagian besar berasal dari golongan Emusa, yaitu Musa acuminata dan Musa balbisiana.Sebenarnya bagian pisang yang dapat di jadikan MOL ( Micro Organisme Lokal ) bukan hanya bagian bonggolnya saja tetapi batang pisangnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan MOL.Hanya saja MOL yang dibuat dari batang pisang manfaatnya tidak sehebat MOL yang dibuat dari bonggol pisang.MOL bonggol pisang lebih banyakmengandung unsur hara P atau Pospat sehingga banyak digunakan sebagai penambah nutrisi tanaman padi.MOL bonggol pisang juga mengandung Zat Pengatur Tumbuh Giberellin dan Sitokinin. Selain itu dalam mol bonggol pisang tersebut juga mengandung mikroorganisme yang sangat berguna bagi tanaman yaitu :• Azospirillium. :sebagai pengikat / penambat Nitrogen• Azotobacter : Bakteri pupuk hayati• Bacillus. : semacam bakteri sebagai pestisida alami• Aspergillus. : Dapat meningkatkan produktifitas tanaman• mikroba pelarut phospat dan• mikroba selulotik Tidak hanya itu Manfaat MOL dari bonggol pisang jugabisa digunakan sebagai dekomposer dan mempercepat proses pengomposan.Mikroorganisme lokal (MOL) yang digunakan sebagai pengurai bahan organik padat menjadi kompos dikenal sebagai dekomposer. Saat ini sudah terdapat banyak dekomposer komersial yang mengandung mikroorganisme yang dapat mengurai sampah menjadi kompos. Dekomposer yang paling banyak dijual saat ini adalah dekomposer yang diproduksi oleh pabrik seperti EM4, Superdegra, Stardec, Probion, dan lain-lain. Namun harga dari dekomposer tersebut mahal, sehingga tidak semua petani dapat membelinya (Anonim, 2011). Selain mudah dan murah, MOL (mikroorganisme lokal) juga dapat menjadi pupuk bagi tanaman karena mengandung unsur hara yang lengkap. Menurut Wulandari dkk. (2009), MOL merupakan sekumpulan mikroorganisme yang bisa dikembangbiakkan dengan menyediakan makanan sebagai sumber enerji yang berfungsi sebagai starter dalam pembuatan kompos. Dengan MOL ini, pengomposan dapat selesai dalam waktu tiga minggu.Cara Pembuatan Mol Bonggol PisangBahan pembuatan MOL bonggol pisang : • 1 kg : bonggol pisang• 200 gram : gula merah• 2 liter : air berasAlat yang digunakan : • Ember yang ada penutupnya (boleh menggunakan ember cat bekas• Selang kecil ukuran diamter 5 mm panjang 50 cm• Parang untuk mencacah• Alat penumbuk untuk menghaluskan bahan Cara membuat MOL bonggol pisang : 1) Terlebih dahulu bonggol pisang dicacah sebelum ditumbuk2) Tumbuk hasil cacahan bonggol pisang hingga halus3) Setelah ditumbuk halus, masukkan bonggol pisang tersebut ke dalam ember4) Dan masukkan pula gula merah yang telah dihaluskan. Gula merah sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Selain gula merah, bisa juga digunakan gula pasir, molases, air kelapa, air nira.5) Setelah cacahan bonggol pisang dan gula merah dimasukkan dalam ember, maka tambahkan air cucian beras sebanyak 2 liter6) Aduk ketiga bahan tersebut hingga tercampur rata7) Setelah tercampur rata, tutup rapat ember/tong dengan penutup atau dengan plastik, dan masukkan selang plastik melalui tutup ember yang telah dilubangi sebesar diameter selang. Ujung selang yang dimasukkan dalam ember jangan menyentuh bahan / campuran MOL.8) Ujung selang yang satunya, kemudian dimasukkan dalam botol air mineral yang telah diisi air secukupnya, tujuannya gas yang mungkin dihasilkan dari proses fermentasi MOL dapat dikeluarkan melalui selang9) Biarkan selama 15 Hari dan sudah dapat digunakan.