Loading...

PEMANFAATAN LAHAN, POKTAN SUMBER REZEKI KELURAHAN PERGAM KEC. RUPAT UJI COBA TANAM PADI SAWAH

PEMANFAATAN LAHAN, POKTAN SUMBER REZEKI KELURAHAN PERGAM KEC. RUPAT UJI COBA TANAM PADI SAWAH
Padi adalah salah satu tanaman pangan terpenting dan sumber pangan utama bagi >50% penduduk dunia (Nawaz et al., 2022). Menurut data Kementerian Pertanian tahun 2023, Indonesia memiliki lahan padi atau luas potensi panen padi sebesar 10,61 juta ha. Lahan padi/ sawah ini terbagi menjadi dua, yaitu lahan irigasi dan non irigasi. Lahan padi atau sawah adalah lahan yang tanahnya diolah dan dialiri air, dan pada beberapa waktu tertentu aliran air dipertahankan sehingga terdapat genang, yang ditujukan sebagai tempat menanam padi. Untuk mengairi sawah, diterapkan sistem irigasi dan drainase dari mata air, sungai, atau air hujan. Lahan sawah memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Keanekaragaman fungsi sawah dapat dilihat dari manfaat sawah yang berbeda-beda ditinjau dari segi ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan bantuan tenaga manusia, hewan, dan mesin. Terdapat beberapa tahapan dalam pengolahan tanah sawah, yaitu: 1) Pembersihan. Pada tahap ini, semua gulma yang tumbuh diberantas. Selanjutnya, pematang sawah diperbaiki agar lebih tinggi. Tujuannya adalah agar air tidak mengalir ke luar petakan. Selain itu, pematang yang tinggi dapat memudahkan pengaturan aliran masuk-keluar air. 2) Pencangkulan. Dilakukan pada tiap suduh petakan. Tujuannya untuk memperlancar pembajakan. 3) Pembajakan dan penggaruan. Dilakukan setelah tanah digenangi air selama 1 minggu. Kedalaman lapisan tanah yang dibajak sekitar 15 – 25 cm. Tanah dibalik dan dihaluskan. Setelah dibajak, tanah digaru, kegiatan ini dilaksanakan setelah air dalam petakan dibuang, dengan kondisi masih macak-macak. Selama penggaruan, saluran masuk – keluar air ditutup, untuk menjaga agar sisa air tidak keluar dan tanah terlalu kering. Kegiatan penggaruan dapat dilakukan berulang, tujuannya untuk mengurangi peresapan air ke bawah, meratakan tanah, pembasmian rumput dan memudahkan saat penanaman. 4) Perataan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penggaruan. Dilakukan setelah lahan digenangi selama kurang lebih 7 – 10 hari.