Terong merupakan tanaman musiman, tanaman terong sebenarnya merupakan tanaman perdu atau semak, terong bisa tumbuh pada dataran rendah maupun dataran tinggi, agar terong dapat tumbuh dengan baik maka tanah yang digunakan adalah tanah yang subur, tidak tergenang air (karena dapat membuat akar dari terong membusuk), kandungan ph yang baik antara 5-7.Terong pertama kali ditemukan di india dan srilangka, tanaman terong merupakan jenis sayuran, diindonesia sendiri permintaan terhadap sayuran ini cukup tinggi sehingga menjadi pilihan banyak petani yang mengelolanya secara komersil.Berikut Cara Budidaya Terong Ungu. Syarat TumbuhMenanam sayuran terong sebenarnya cukup mudah, tetapi jika anda menginginkan hasil maksimal harus memperhatikan hal hal berikut iniDapat ditanam pada dataran rendah maupun tinggiSebaiknya ditanam pada suhu minimal 22 – 30 derajat celciusTanaman terong lebih menyukai tanah lempung berpasir dan suburTempatkan pada tempat yang terkena paparan sinar matahari langsungTanamlah pada awal musim kemarau PenyemaianBenih yang baik untuk budidaya terong memilki daya tumbuh di atas 75%. dengan benih seperti itu, kebutuhan benih untuk satu hektar mencapai 300-500 gram. sebelum ditanam di lahan terbuka, benih terong sebaiknya disemaikan terlebih dahulu. langkah pertama siapkan dulu tempat penyemaian benih. Penyemaian benih dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu penyemaian bisa dilakukan di pot, polybag atau kotak kayu. Media penyemaian adalah campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. lokasi penyemaian diberi naungan agar aman dari panas dan hujan. Sebelum ditebar, rendam dahulu benih terong dalam air hangat selama 10 – 15 menit. kemudian, bungkus benih dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam. kemudian tebarkan benih terong dan tutup dengan tanah tipis tipis. Setelah itu, tutup media persemaian dengan daun pisang atau karung goni basah. siram dengan air untuk menjaga kelembapan persemaian.setelah 2-3 hari kecambah mulai tumbuh menjadi tanaman, buka daun pisang atau karung goni tersebut. Kemudian pindahkan bibit tanaman kedalam polybag kecil (6cm), satu polybag satu tanaman. kemudian, siram setiap hari bibit tanaman terong tersebut. bibit tanaman terong dapat ditanam ketika usia 25 – 45 hari dengan cara dipindahkan ke media tanam yang sudah disiapkan. Pengolahan tanah dan penanamanlahan untuk budidaya terong dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm. bersihkan tanah dari gulma dan kerikil. bentuk bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 30 cm dan panjang disesuaikan dengan bentuk lahan. jarak antar bedengan 40 cm. gunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar, bisa berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 15 ton per hektar. taburkan di atas bedengan dan aduk hingga merata. budidaya terong menghendaki tingkat keasaman tanah sekitar ph 5-6. apabila ph kurang dari 5 tambahkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar satu minggu sebelum tanam. buat lubang tanam secara berbaris, satu bedengan sebanyak dua baris. jarak tanam antar lubang tanam 60 cm dan jarak antar baris 70 cm. lebar lubang dan kedalaman disesuaikan dengan ukuran polybag bibit. sebelum bibit dipindahkan, siram bedengan dengan air. tanaman terong cenderung tidak tahan dengan kekeringan. pindahkan bibit tanaman satu lubang diisi satu bibit tanaman dari polybag dan robek plastiknya ketika memindahkan kedalam lubang tanam kemudian tutup dengan tanah. PerawatanAgar tanaman terong ini dapat tumbuh secara maksimal maka lakukan langkah-langkah berikut inilakukan penyulaman tanaman setelah satu minggu. cabut tanaman yang terlihat layu atau tidak sehat dan pertumbuhannya abnormal. pencabutan dilakukan beserta media tumbuhnya. ganti dengan bibit baru.Siram rutin tanaman terong setiap hari pagi dan sore Masa pertumbuhan sebaiknya terong diberi pupuk agar hasilnya maksimal dan tanaman dapat tumbuh dengan subur pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu setelah bibit ditanam. untuk budidaya terong non-organik berikan pupuk urea dengan dosis 80 kg/ha dan kcl 45 kg/ha. sedangkan untuk budidaya terong organik berikan pupuk kompos atau pupuk kandang, masing-masing satu kepal atau kira-kira 0,5 kg per tanaman. ulangi pemberian pupuk susulan pada minggu ke-5 dan ke-7 setelah bibit ditanam.Penyiangan (pembersihan lahan dari tanaman lain atau hama dengan menggunakan tangan atau alat), hal ini untuk membantu tanaman agar tumbuh secara maksimalSanggahlah batang pohong terong agar tidak mudah roboh. pemasangan ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu. penancapan ajir hendaknya berjarak 5-7 cm dari pangkal batang. jangan sampai penancapan ajir melukai akar tanaman. ikat tanaman pada ajir dengan tali rafia. PanenTahap terakhir dan yang paling ditunggu adalah masa panen, pada masa ini adalah masa dimana terong siap dipetik dan di panen untuk dijual atau di konsumsi secara pribadi. Terong biasanya yang siap dipanen adalah berumur sekitar 3 bulan, pilih lah terong yang normal artinya tidak muda dan tidak tua, kemudian petiklah sayuran terong beserta tangkainya, berikut penjelasannya.Terong yang siap dipanen biasanya berumur 3 sampai 4 bulanPemanenan yang baik dilakukan pagi dan sore hariPemitikan seharusnya bersama tangkai nyaDemikian lah penjelasan tentang Budidaya terong ungu agar dapat berbuah lebat, untuk anda yang ingin melakukan budidaya tanaman terong bisa mengikuti tahapan dan tatacara diatas agar terong dapat tumbuh secara maksimal, kritik dan saran kami harapkan untuk dapat membangun yang lebih baik. Sumber : https://bungabunga.co.id>Budidaya-terong-unguPenulis : Machmud. A, S.PKP (PPL Desa Bukit Makmur Kec.Kaliorang) Editor : Nor Azizah, S.Pi, M.P UPT. PPPP Kec. Kaliorang